710 Buruh Migran Asal Indonesia Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

710 Buruh Migran Asal Indonesia Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

Sumber foto: kbrikualalumpur.org

Indonesiantoday: Malaysia – Dalam tujuh tahun terakhir jumlah TKI di Malaysia yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal tersebut disampaikan Taufik Salengke Kordinator Universitas Terbuka (UT) Malaysia pada selasa, 8/2/2016.

Menurutnya, UT pertama kali di buka di Johor Baharu Malaysia. Saat itu jumlah mahasiswa yang terdaftar sebanyak 10 orang saja. Namun berjalannya waktu jumlahnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

“Pertama kali di buka UT hanya di Johor Baharu saja, setiap tahun jumlah pelajar terus meningkat. Inilah yang akhirnya menjadi alasan bagi pihak kami untuk membuka 4 cabang lainnya yaitu di daerah Kuala Lumpur, Penang, Kota Kinabalu dan Tawau,” jelas Taufik.

Taufik menjelaskan, saat ini pendidikan merupakan faktor utama pendorong perubahan sosial yang progresif dan TKI mulai sadar akan hal ini. Hal ini lah yang menjadi motifasi TKI di  Malaysia untuk menjadi sarjana dengan bidang ilmu tertentu.

“TKI sudah mulai menyadari bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor penentu status sosial mereka di masyarakat, dengan pendidikan juga mereka merasa dapat bersaing  di dunia kerja, meskipun hanya menjadi TKI di Malaysia,” ungkap Taufik sebagai penggagas berdirinya UT di Malaysia.

Kurikulum yang diberikan kepada TKI dalam menjalankan perkuliahan di UT dilaksanakan secara online, sehingga tidak perlu menggangu jam kerja TKI. Jika memang harus diadakan tatap muka, pihak kampus UT Malaysia biasanya mengadakan tatap muka pada sabtu dan minggu sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Saat ini, untuk pengajar UT mendatangkan langsung dari UT pusat Jakarta. Tenaga pengajar minimal S2 dengan sertifikasi yang sudah dikeluarkan oleh UT secara khusus (PAT-UT).

“Sejauh ini, panduan modul yang diberikan sudah memadai, dengan bantuan laptop dan akses internet mahasiswa UT sudah dapat mencari bahan rujukan sebagai bahan kuliah layaknya mahasiswa pada umumnya yang belajar reguler. Saat ini jurusan yang banyak diminati adalah Akuntansi, Manajemen, Bahasa Ingris dan Komunikasi,” jelas Taufik.

Sementara itu, Ida Riyani salah seorang mahasiswa semester 4 di UT Kuala Lumpur  jurusan Bahasa Ingris mengaku telah membuka kursus bahasa ingris untuk tingkat sekolah dasar semenjak kuliah di UT.

Ida adalah WNI yang ikut suaminya bekerja di Malaysia, awalnya sebelum kuliah di UT Ida mengaku sudah membuka privat mengaji untuk anak keturunan Indonesia yang stenles. Namun setelah kuliah di UT dua tahun lalu, Ia mulai membuka kursus bahasa Ingris untuk anak-anak TKI yang tinggal disekitar rumahnya.

“Selain Ibadah saya juga mengasah kemampuan saya untuk melatih anak-anak menggunakan bahasa Ingris yang baik, satu anak saya pungut biaya RM 50 setiap bulannya,” Ungkap wanita asal Jawa ini.

Dengan kuliah Ida mengaku status sosialnya mengalami perubahan, meskipun hanya belajar di UT tetapi Ida mampu meningkatkan kwalitas dirinya menjadi lebih baik, bahkan dapat menambah penghasilannya.

Meskipun mengajar anak-anak TKI yang tidak memiliki dokumen, bagi Ida secara pribadi sudah sangat bangga dapat memberikan motivasi dan semangat kepada puluhan murid yang Ia ajar berbahasa Ingris dengan baik.

“Secara tidak langsung saya juga menularkan semangat positif kepada TKI kita yang ada di Malaysia, kalaupun kita tidak bisa bahasa Ingris dengan baik, setidaknya anak-anak kita menjadi lebih baik dari kita,” ungkap Ida.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top