Pentingnya Meningkatkan Kualitas Hidup TKI

TKI Malaysia

Saat ini banyak pihak yang mulai peduli dengan peningkatan kualitas TKI di Malaysia, hal ini dilakukan untuk menghindari rendahnya penilain terhadap TKI. Selain Mahasiswa, perusahaan milik Indonesia yang ada di Malaysia, Persatuan Masyarakat Indonesia Malaysia (PERINDO) pun ikut serta membuat sejumlah aktifitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas TKI.

2015 lalu KBRI Kuala Lumpur bersama ANTARA membuka pelatihan Edukasi Untuk Bangsa (EUB) dengan memberikan kelas gratis bahasa Ingris dan IT. Seterusnya MS Cargo salah satu perusahaan Cargo milik WNI di Malaysia juga membuat program CSR kepada penggannya yang sebagian besar  adalah TKI.

Dari kegiatan ini sangat banyak maanfaat yang diterima TKI untuk meningkatkan kwalitas dan juga pengetahuannya. Selain itu TKI juga dapat membuka peluang usaha dari kemampuan yang didapatkan.

Prof. Dr Ari Purbayanto Atase pendidikan KBRI Kuala Lumpur menjelaskan, pihaknya sangat mendukung segala bentuk aktifitas pendidikan yang bertujuan meningkatkan kwalitas TKI menjadi lebih baik.

“Harapannya kegiatan pelatihan dapat memberikan profit yang lebih baik kepada TKI, jika kelak tidak lagi sebagai TKI mereka dapat pulang ke tanah air dengan skill yang bisa dijadikan sumber usaha di kampung halaman,” jelasnya.

Sementara itu, bentuk kepedulian banyak pihak kepada TKI juga ditunjukkan MS Cargo. Perusahaan ekspedisi milik WNI ini sering kali memberikan seminar dan pelatihan-pelatihan kepada TKI. Demikian di jelaskan Mahfud Tjelani Kordinator MS Cerdas.

Menurutnya saat ini yang menjadi konsumen dari perusaan MS Cargo adalah TKI yang menggunakan jasanya mengirim barang untuk keluarganya di tanah air. Sehingga wajar jika pihaknya memberikan layanan kepada konsumen dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat.

Kegiatan MS Cerdas yang di inisiasi oleh MS Cargo saat ini terdiri dari layanan pendidikan kepada TKI secara gratis, selain itu pihaknya juga membuka posko-posko kesehatan dalam waktu tertentu dengan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada TKI dan masyarakat Indonesia di sejumlah wilayah yang ada dii Malaysia.

“Untuk kegitan pendidikan saat ini kami sudah membuka kelas-kelas untuk anak-TKI usia sekolah yang stenles dan fasilitas pendidikan ini kami berikan secara gratis. Selain itu kami juga memberikan layanan kesehatan bagi TKI Ilegal di sejumlah kantong-kantong TKI tertentu yang hidup dengan lingkungan sanitasi yang tidak baik. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk solidaritas sesama WNI tanpa memandang status sosial mereka,” jelas Mahfud yang saat ini juga merupakan pelajar penerima beasiswa UT Kuala Lumpur.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top