Pentingnya Membangun Mental dan Semangat Nasionalisme Diaspora

IDNToday

Prof Madya Dr. Nangkula Utaberta Dosen Arsitek di Universiti Putra Malaysia menghimbau diaspora untuk tampil terdepan mengharumkan nama Indonesia dengan karya dan prestasi meskipun berada jauh dari tanah air. Hal tersebut disampaikannya dalam forum simposium Pelajar Indonesia kawasan Asia Oseania di Nasional Chengchi University Taipei 24 Maret 2017.

Pelajar Indonesia di luar negeri adalah bagian kecil dari diaspora yang dapat memberikan dampak besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan negara. Alasan inilah yang paling kuat dijadikan dasar untuk menguatkan semangat nasionalisme pelajar Indonesia yang kuliah di luar negeri.

“Banyak prestasi yang bisa ditunjukkan oleh diaspora salah satunya lewat akademik, kuliah tepat waktu dan dapat berkerja dengan karir yang baik di negera tempat kita kuliah pun sebuah prestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia,” ungkap penulis Graduate Before Time Ini.

Lebih lanjut dijelaskan, pesan moril sebagai manusia Indonesia di luar negeri yang paling utama adalah berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dengan demikian dunia akan melihat Indonesia sebagai negara yang besar dengan kualitas SDM unggulan.

Ferdiansyah Ketua Komisi X DPR RI turut hadir membahas pilar penting yang perlu dibangun dalam kebijakan pendidikan.

Menurutnya, perluasan dan pemerataan akses pendidikan perlu dibangun dengan dukungan upaya peningkatan kualitas mutu yang relevan. Diharapkan usaha ini dapat berpengaruh terhadap daya saing pendidikan Indonesia kedepannya.

“Bagian penting lainnya yang harus dibangun adalah menguatkan tata kelola akuntabilitas yang sehat. Dengan demikian akan dibangun citra publik yang positif terhdapap pendidikan,” pungkasnya.

Indonesian Today
Foto bersama beberapa delegasi mahasiswa (Foto: Hanie Simposium Asiania)

Sementara itu Bagus Ari Haryo A Koordinator Kawasan Asia Oseania Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) menyampaikan, simposium yang menghadirkan pelajar Indonesia yang kuliah di Tiongkok, Malaysia, Philippines, Thailand, India, Korea Selatan, Australia, dan Taiwan sebagai tuan rumah adalah agenda rutin sejak dua tahun terakhir. Dalam kegiatan ini PPI Asiania menekankan transfer knowledge dan regenerasi untuk menciptakan sinergitas di PPI Dunia kawasan Asia Oseania.

” Berharap ada kesinambungan program kerja setelah dilakukan transfer knowledge dari pengurus lama dan baru, sehingga kita dapat terus melanjutkan agenda kerja yang memberikan kontribusi signifikan untuk Indonesia,”ungkap Aryo saat dihubungi indonsiantoday 31 March 2017.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top