Lakukan Papsmear Untuk Deteksi Kanker Serviks

Kanker Serviks

Indonesiantoday: Kuala Lumpur-Kanker Serviks (Cervical Cancer) adalah penyakit yang menyerang daerah leher rahim pada organ reproduksi wanita. Biasanya penderita akan mengalami sakit hebat secara bertahap. Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Pada tahap lanjut penyakit ini akan menyebar ke organ lain diseluruh tubuh penderita.

Dr. Devy Serevina., Sp.PA (specialist Patologi Anatomi) RS Awal Bros Batam menjelaskan, kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan penyebaran jaringan abnormal. ” Untuk leher rahim adalah salah satu penyakit mematikan, yang 15% dialami wanita di negara berkembang,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut sangatlah penting bagi setiap wanita untuk sedini mungkin melakukan antisipasi dengan secara rutin melakukan papsmear. Dari hasil penelitian pada kelompok wanita dengan dua kali atau lebih hasil papsmear negative, akan lebih sedikit mengalami kanker leher rahim jika dibandingkan dengan kelompok wanita yang hanya melakukan tes papsmir satu kali saja.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan fakta, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. 20 wanita di Indonesia meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia.

Kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

Ketahui Penyebab Kanker Serviks Sedini Mungkin :

1. Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya.

2. Kanker serviks selain disebabkan oleh virus HPV, dapat dialami oleh wanita yang melakukan hubungan seksual di usia muda (<16 thn), sering melahirkan, merokok, berganti-ganti pasangan seksual, penyakit menular seksual lainnya.

3. Penularan virus ini dapat terjadi dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, dan juga secara manual ke genital.

4. Penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak akan berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Karena virus ini dapat melalui sentuhan kulit.

5. Gejala kanker serviks adalah timbulnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi.

6. Pada stadium lanjut kanker akan menyerang panggul, sehingga penderita akan menderita nyeri punggung, penurunan berat badan drastis.

7. Masa preinvasif penyakit ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top