Diduga 152 TKI Korban di Klang Korban Penyeludupan Manusia

Indonesian Today

Indonesiantoday: Kuala Lumpur – Pasca penggerebekan perusahaan pengolahan dan pemasaran burung wallet di Klang Selangor. Sebanyak 152 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) korban penyeludupan manusia hingga saat ini masih diamankan pihak Polisi Malaysia.

Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur Yusron B Ambary menjelaskan, pengamanan terhadap seluruh korban dilakukan pihak kepolisian untuk memudahkan proses penyelidikan. Dan pengamanan ini akan dilakukan hingga proses penyelidikan selesai dilakukan.

Menurut Yusron, KBRI jumat 31 Maret 2017 lalu telah diberi kesempatan untuk menemui korban di Bukit Jalil Kuala Lumpur. Pihaknya mendapati sebanyak 55 orang TKI dalam keadaan sehat. Sedangkan 97 TKI lainnya diamankan di dua lokasi yang berbeda.

“42 korban diamankan di Imigresyen KLIA dan 51 diamankan di Rumah Perlindungan Korban Wanita (RPKW) Damansara. Hingga saat ini kami belum mendapat kebenaran untuk menemui korban dari pihak pemerintah Malaysia,” jelas Yusron.

Sebelumnya Polisi Malaysia bersama Departemen Imigrasi Putrajaya dan Departemen Tenaga Kerja (JTK) telah mengamankan pemilik dan menutup perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran penyelundupan manusia dan melakukan eksploitasi terhadap pekerjanya pada Selasa (28/3/2017).

Pelanggaran yang dilakukan adalah dengan melakukan pemotongan gaji tanpa alasan dan juga memaksa karyawannya bekerja hingga 16 jam sehari hingga pukul 2 atau 3 pagi dan keesokan harinya harus bekerja kembali pada pukul 7.30 pagi.

Dengan kejadian ini, selain menghentikan operasional perusahaan, pihak kepolisian juga melakukan penyitaan terhadap seluruh dokumen paspor dan catatan pekerja sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.

Secara keseluruhan jumlah korban yang diamankan pihak kepolisian adalah 172 orang, selain pekerja asal Indonesia juga terdapat 19 orang korban lainnya yang berasal dari  Myanmar.

Sementara itu Nasrikah Ketua komunitas Serantau sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi. Pihaknya mengimbau kepada seluruh TKI di Malaysia untuk bertindak cepat melaporkan suatu kejadian mengancam keselamatan di tempat bekerja.

“Sekarang teknologi komunikasi sudah sangat mudah dan cepat, jika memang sudah tidak nyaman dan merasa dirugikan segera saja laporkan kepada pihak berwenang. Kejadian ini pelajaran untuk TKI lainnya,” pungkasnya.

Feel free to share

Similar Articles

One thought on “Diduga 152 TKI Korban di Klang Korban Penyeludupan Manusia

Leave a Reply

Top