BNP2TKI Pastikan Kesejahteraan dan Keselamatan Kerja TKI di Korea

BNP2TKI Pastikan Kesejahteraan dan Keselamatan Kerja TKI di Korea

Indonesiantoday: Korea – Semenjak 2004 jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Korea sebanyak 68 ribu jiwa lebih. Dari jumlah tersebut sebagian besar bekerja di sektor manufacture dan perikanan. Demikian dijelaskan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Hariyadi Agah melalui pesan singkat kepada IndonesianToday 18 April 2017.

Dijelaskannya, Tahun 2017, upah minimum Korea Selatan 1 juta 350 ribu won atau setara dengan Rp. 16 juta rupiah. Dengan upah kerja ini, Indonesia dan Korea sepakat menerima pekerja Indonesia dengan basic pendidikan minimal lulusan SLTP.

“Bahkan take home pay mereka 2017 antara 20 – 30 juta per bulan, namun tentunya semua TKI harus melewati tes dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan kedua negara, silahkan cek web bpn2tki.go.id,” ungkap Hariyadi lebih lanjut.

Alat komunikasi calon TKI yang ingin bekerja di Korea cukup melalui website BPN2TKI, semua informasi sudah tersedia di sana. Data terakhir saat ini sebagian TKI sudah kembali ke tanah air karena habis kontrak, sisanya masih ada sekitar 32 ribu orang TKI lagi yang bekerja di Korea.

Meski bekerja dengan ijazah SLTP, TKI di Korea mendapatkan Visa E9. Visa ini memberikan kesempatan untuk TKI menambah skill mereka selama bekerja di Korea. Pemerintah Korea juga memberikan kesempatan berbagai pelatihan gratis kepada TKI yang ingin menambah keahlian nya.

Hal senada disampaikan Agus Siswanto yang sudah 4 tahun bekerja di (주) 유창포장 “(ju) yuchang pojang salah satu perusahaan manufacture. Menurutnya, kelebihan Visa E9 banyak dimanfaatkan TKI untuk berbagai kursus dan tidak dipungut biaya. Pemerintah Korea memberikan fasilitas ini untuk semua pekerja asing di Korea.

“Saya pribadi dulu pernah ikut perakitan komputer, pelatihan Microsoft dan juga bahasa Korea, tapi saat ini TKI sudah banyak yang lanjut belajar di UT,” jelas Agus yang saat ini juga terdaftar sebagai mahasiswa jurusan komunikasi UT Korea.

Terkait penghasilan dijelaskannya, nilai penghasilan mencapai angka 2 juta krw ke atas memang ada didapatkan sebagian TKI. Tapi sebagian kecil saja, tahun ini gaji di Korea per jam sekitar 6.470 krw dan basic per bulannya Rp. 1.338.000,00. Rata-rata pekerja asing dengan visa E9 setiap hari bekerja selama 12 jam.

“Kalau dihitung rata-rata gaji TKI di Korea sekitar 1.7-2.0 juta krw, bahkan ada yang mencapai 2.5 krw. Bisa dibilang 10-20 juta rupiah rata-rata para TKI bisa mengirimkan uang ke Indonesia,” pungkas Agus.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top