Belajar Dari Kisah Merangkul Beruang Merah

Merangkul Beruang Merah

Indonesiantoday : Moskow – Membaca buku merangkul beruang merah memberikan banyak inspirasi bagi Egi salah seorang WNI yang menetap di Moskow Rusia. Menurutnya Novel Merangkul Beruang Merah sangat inspiratif dijadikan semangat untuk anak muda yang ingin kuliah di luar negeri.

“Melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya adalah cita-cita dan impian setiap orang, baik kehidupannya melimpah materi, pas-pasan hingga ekonomi yang serba terbatas. Rasanya setiap orang pasti ingin sekolah sampai keluar negeri,” pungkasnya.

Buku ini mengisahkan tentang gadis kecil yang tumbuh dari keluarga yang biasa secara ekonomi. Bahkan ibunya harus berjualan di kantin sekolah untuk membantu ekonomi keluarga. Tapi semangat belajar nya sangat tinggi, sampai waktu mengantarkannya mendapatkan beasiswa di Rusia.

Vira begitu nama panggilan akrabnya, tokoh utama dalam buku ini melewati perjuangan luar biasa untuk berangkat kuliah ke Rusia, bahkan sempat mendapat penolakan keluarga. Gadis berkerudung ini sangat kuat meyakinkan ibunya sehingga akhirnya mendapatkan restu untuk melanjutkan studi di Rusia. Benarlah, restu ibu sangat menentukan nasib perantau, biaya kehidupan yang harus dicari untuk memenuhi kebutuhannya selama di Rusia. Banyak dinamika yang dilalui nya untuk merangkul beruang merah sampai di garis finish menyelesaikan sekolahnya.

Penulis yang akrab disapa Ade kesehariannya ini menyempatkan waktu menghabiskan waktu berbagi cerita dengan indonesiantoday.id. Kamis 20 April 2017. Disampaikanya bahwa, cerita dalam buku ini sarat dengan makna perjuangan untuk sebuah mimpi. Dan tentunya harus dengan restu orang tua. Sebuah kebanggaan Gramedia memberikan kesempatan untuk menerbitkan buku ini sehingga mendapat respon positif dari pembaca, khususnya bagi WNI yang tinggal di luar negeri. Berharap kisah ini dapat menginspirasi.

“Sejak diterbitkan tahun lalu, saat ini cetakan pertama sebanyak 2000 copy sudah habis. Gramedia rencananya akan mencetak edisi selanjutnya, saat ini buku Merangkul Beruang Merah bisa dipesan online,”ungkap Ade kepada indonesiantoday.id.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini, salah satunya bagaimana seorang muslimah berjuang hidup sebagai muslim di negeri beruang merah. Untuk dapat lulus beasiswa pun banyak test yang dilalui. Hal yang tidak pernah dilupakan Ade adalah ketika Ayahnya mendampinginya menemui Menteri Koordinasi kesejahteraan Rakyat RA. Agung Laksono.

“Sesampai di Rusia Pemerintah Rusia memang memberikan biaya study, asrama dan uang saku yang tidak lebih dari Rp. 250.000, sedangkan biaya hidup mencapai Rp. 3.000.000,-.
Universitas ku berada di utara perbatasan kota Moskow. Untuk bisa naik bus ke kampus, aku harus jalan kaki 1 jam.
Belum lagi fasilitas asrama yang tidak memadai, aku harus naik turun tangga dari lantai 1 hingga 16,” kenang Ade.

Decak kagum pembaca akan perjuangan tokoh Vira di buku ini sangat sesuai diberikan, apalagi dengan kerasnya kehidupan Moskow bagi seorang muslimah asal Indonesia. Buku Merangkul Beruang merah harus menjadi koleksi bacaan yang menginspirasi anak muda Indonesia. Dengan harga Rp. 59.800,- akan banyak pelajaran berharga yang akan didapatkan pembaca.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top