Menyiapkan Pendidikan Anak Usia Dini di Jepang

Menyiapkan Pendidikan Anak Usia Dini di Jepang

Koleksi foto Pandu Utama

Indonesiantoday: Jepang – Pendidikan usia dini selalunya dimulai pada usia lima tahun di Indonesia. Ternyata di Jepang juga tidak jauh berbeda, dan warga Negara asing memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan usia dini. 

Saat si kecil memasuki usia sekolah, sebagian WNI di Jepang tidak punya pilihan lain kecuali mendaftarkan buah hatinya di Taman Kanak-Kanak dengan metode pendidikan Jepang.

Pandu Utama Manggala, adalah salah seorang WNI yang baru saja mendaftarkan putranya di salah satu sekolah di Jepang menjelaskan, mendaftar sekolah TK di Jepang cukup mudah, baik bagi Japanese maupun Gaijin (foreigners).  Menurutnya, tugas orang tua adalah mempersiapkan anak nyaman beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Pada awal November 2016, biasanya sekolah-sekolah di Jepang sudah mulai membuka pendaftaran, orangtua harus menyiapkan formulir pendaftaran untuk tahun ajaran periode April 2017. Pastikan untuk mendapatkan formulir lebih awal guna menghindari kehabisan kuota,” jelas Pandu kepada indonesiantoday.id jumat 15 April 2017.

Setelah mengisi formulir pendaftaran, biasanya para orang tua akan diajak berkeliling sekolah dan diberitahu aktivitas apa saja yang akan dilakukan anak selama proses belajar mengajar dijalankan, termasuk dengan fasilitas yang disediakan sekolah.

Tahapan penting yang perlu diketahui orangtua ketika si kecil memulai pendidikan usia  dini di Jepang:

1. Setelah proses pendaftaran selesai, akan dilakukan interview kepada anak dan orang tua. Guru/Sense akan menjelaskan bagaimana proses belajar mengajar dijalankan. Dalam interview biasanya guru akan memberikan translate-an pertanyaan dalam Bahasa Inggris. Pertanyaan sederhana akan ditanyakan kepada anak seperti “onamaewa nandesuka” atau siapa namanya Dan “nansai desuka” berapa umurnya,

2. Setelah interview, proses administrasi akan dilakukan. Sekolah akan melakukan pengukuran baju seragam sekolah, tinggi dan berat badan anak. Sekolah juga memberikan keperluan dasar anak seperti seragam, tas sekolah, buku-crayon dll. Seterusnya tinggal menunggu waktu Nyuenshiki atau school entrance ceremony.

3. Sistem pendidikan di Jepang untuk pendidikan dasar menekankan semangat bersekolah. Kenyamanan anak adalah hal utama agar dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan baik. Aktifitas belajar tidak terlepas dari dongeng, menggambar, menyanyi sembari disisipkan sedikit tentang pengenalan binatang, angka dll nya. Selain itu, aktivitas outdoor dilakukan dengan olehraga renang, bermain pasir dan tentunya permainan anak lainnya.

4. Biaya pendidikan anak usia dini di Jepang ada dua jenis, untuk public school pemerintah akan memberikan subsidi, secara umum uang masuk sekitar 100ribu yen (sekitar 10 juta), sedangkan uang bulanannya itu sekitar 7ribu-10ribu yen (sekitar 700ribu-1juta rupiah). Untuk TK Swasta biayanya cukup tinggi, sekitar 200ribu-280ribu yen (20-28 juta rupiah) dan uang bulanan di kisaran 25ribu-40ribu yen (2.5 juta-4juta). Namun tidak perlu khawatir, bagi keluarga yang ekonominya kurang beruntung, mereka dapat meminta keringanan ke kantor kelurahan (ward office) dan biasanya akan mendapat subsidi sebesar 200-300ribu yen pertahun (20-30 juta). Selain itu, di Jepang juga setiap anak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah, baik Japanese maupun Gaijin, yakni usia 0-3 tahun sebesar 15ribu yen (1.5 juta) per bulan dan usia 3 tahun ke atas 10ribu yen (1 juta) per bulan.

5. Bagi warga negara asing yang akan menyekolahkan anaknya di Jepang, orang tua perlu memperkenalkan Bahasa Jepang kepada anak sejak dini guna memastikan si anak mampu beradaptasi dan mengenal kosa kata dalam bahasa Jepang saat memasuki sekolah. Pastikan suasana anak ceria agar dapat menyerap bahasa dengan cepat. Biasanya dalam minggu pertama si anak seperti agak ketakutan berinteraksi karena kendala bahasa, dengan didampingi sensei yang sangat ramah, perlahan anak akan pick-up bahasa. Kemampuan bahasa Jepang akan semakin baik ketika bermain dan melakukan interaksi dengan anak Jepang lainnya.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top