Konsumsi Nasi Dingin Sembuhkan Diabetes “Mitos atau Fakta”

Konsumsi Nasi Dingin Sembuhkan Diabetes “Mitos atau Fakta”

Sumber foto: health.usnews.com

Indonesiantoday: Thailand – Diabetes merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Indonesiantoday.id 27 April 2017 berkesempatan mendapat penjelasan dari ahli gizi Junaida Astina, S.Gz yang sedang menyelesaikan PhD di Chulalongkorn University Thailand.

Dijelaskannya, berdasarkan data dari Federasi Diabetes Internasional, pada tahun 2015 jumlah penderita diabetes di dunia sebanyak 415 juta jiwa. Diprediksi angka ini akan meningkat menjadi 642 juta jiwa pada tahun 2040. Tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat ke-7 dunia dengan angka penderita sebanyak 10 juta jiwa. Diperkirakan angka ini akan bertambah hingga 16.2 juta jiwa pada tahun 2040.

Lebih lanjut dijelaskannya, diabetes merupakan penyakit menahun yang disebabkan kurangnya hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Selain itu, diabetes juga dapat disebabkan karena tubuh tidak lagi sensitif dalam menggunakan hormon insulin.

Selama ini banyak mitos mengatakan bahwa nasi kemarin atau nasi dingin baik untuk penderita diabetes. Masyarakat meyakini bahwa nasi ini baik dikonsumsi bagi penyandang diabetes karena tidak menaikkan kadar gula darah.

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mendapati bahwa, nasi dingin memiliki indeks glikemiks yang lebih rendah dibandingkan nasi hangat yang baru saja dimasak. Proses pendinginan terhadap nasi membuatnya sulit dicerna oleh enzim pencernaan sehingga tidak cepat menaikkan kadar gula darah. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya pati resisten dalam nasi dingin. Jumlah pati resisten yang terkandung dalam nasi akan menurunkan indeks glikemiks dari nasi.

Nasi dingin yang dihangatkan kembali memiliki kadar pati resisten yang lebih tinggi dibanding nasi hangat yang baru saja dimasak. Dalam penelitian ini telah diuji pada orang sehat, ketika nasi dingin maupun nasi dingin yang dihangatkan dikonsumsi, ternyata mampu menurunkan respons gula darah dibanding nasi hangat yang baru dimasak.

Akan tetapi, nasi dingin beresiko keracunan jika nasi tidak disimpan dalam suhu yang tepat. Bakteri jahat akan cepat berkembang jika suhu nasi tidak sesuai, inilah yang akan membuat nasi dingin menjadi basi sehingga menjadi penyakit saat dikonsumsi.

Faktor Penyebab Penyakit Diabetes:

1. Pola makan yang salah: Masalah pengaturan pola makan dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk diabetes. Oleh karena itu, pengaturan pola makan yang baik sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya diabetes. Pola makan yang tepat akan mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh diabetes.

2. Obesitas atau kegemukan;

3. Kurang olahraga;

4. Riwayat keluarga/ faktor keturunan.

Pola makan yang dianjurkan bagi penyandang diabetes:

Tiga J adalah jurus utama menyelamatkan nyawa dari penyakit diabetes. Jumlah makanan yang dikonsumsi, Jenis makanan, dan Jadwal makan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalori per-hari, sesuai dengan jumlah yang disarankan oleh ahli gizi. Mengatur pola hidup menjadi faktor penentu hidup sehat, termasuk juga memilih makanan yang dikonsumsi. Nasi merah, serta konsumsi sayur dan buah secara teratur akan menyelamatkan dari penyakit diabetes. Pastikan tidak mengonsumsi makanan dengan kadar gula dan lemak yang tinggi.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top