Puluhan Akademisi Indonesia Ikuti Conference di Malaysia

Puluhan Akademisi Indonesia Ikuti Conference di Malaysia

Indonesiantoday: Kuala Lumpur – Puluhan Akademisi dari berbagai bidang ilmu mengikuti International Conference Multidisciplinary Academic 2017 di Swiss Garden (ICMA) Hotel Kuala Lumpur 13/5/17.

Conference yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia, Universiti Nasional of Malaysia ini mengangkat tema “Global Challenge in Social Media Era”. Prof. Joshapat Tetuko asal Chiba University mendapat kesempatan sebagai salah seorang keynote speaker dalam kegiatan tersebut. Dijelaskannya, setiap akademisi memiliki tugas wajib untuk menjalankan penelitian, apapun bidang ilmunya jangan pernah berhenti untuk menjalankan penelitian.

“Seorang akademisi sejati jangan putus asa dalam menjalankan research, saat kita belum mendapat respon yang bagus dari masyarakat atas kajian yang kita jalankan, teruslah berusaha. Belajar dari pengalaman saya, dulunya seorang Josh tidak pernah dipercayai mampu membuat satelit sendiri. Berjalannya waktu ketekunan saya dalam research hari ini setelah punya paten sendiri, akhirnya investor banyak berdatangan mencari saya,” Pungkas ilmuan kelahiran Kota Solo yang mendapat gelar Professor dari pemerintahan Jepang.

Prof Joshapat hari ini telah dikenal luas dunia internasional sebagai pakar bidang micro-radar. Menurutnya, membangun Indonesia tidak selalunya harus berada di Indonesia. Kembangkan potensi diri yang dimiliki untuk dapat menjadi manusia Indonesia yang bermanfaat. Terus berupaya menjadi duta terbaik Indonesia di negara manapun berada.

Sementara itu dua narasumber lainnya Prof. Amin Embi sebagai ahli bidang pembelajaran online/jarak jauh (distance learning) dan Tyovan Ari Widagdo salah seorang pemuda yang sukses menekuni digital business, bisnis berbasis internet turut hadir memberikan motivasi kepada peserta conference. Era global media saat ini menuntut akademisi untuk semakin mendalami berbagai bidang kajian mengikut situasi terkini masyarakat. Narasumber berharap ketekunan akademisi menjalankan kajian akan memberikan perubahan untuk Indonesia di masa yang akan datang.

Supari, pelajar PhD sebagai ketua pelaksana conference mengatakan, sebanyak 59 tulisan ilmiah hasil penelitian dari berbagai bidang dibincangkan dalam conference ini. ICMA merupakan tahun ke tiga untuk 2017. Kegiatan ini dapat menjadi semangat untuk akademisi terus mengembangkan hasil penelitian sehingga membawa perubahan lebih baik untuk Indonesia.

“Indonesia memiliki banyak sumberdaya manusia yang berpendidikan tinggi, jika satu SDM saja dapat mengaplikasikan hasil researchnya di satu wilayah tanah air, dipastikan percepatan dan perubahan menuju Indonesia lebih baik akan dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Supari melalui pesan singkat kepada indonesiantoday.id 14/5/17.

Conference ini sekaligus menjadi jalan penghubung akademisi Indonesia untuk merancang kolaborasi research yang lebih bermanfaat untuk pembangunan Indonesia ke depan.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top