Film Animasi Roda Pantura Mendapat Respon Masyarakat Eropa

Film Animasi Roda Pantura Mendapat Respon Masyarat Eropa

Indonesiantoday: Prancis – Potret Kehidupan Jalur Pantura mendapat respon di Prancis usai diskusi dan penayangan film “Roda Pantura oleh Indonesian Diaspora Network di Prancis. Kegiatan yang juga mendapat dukungan dari KBRI Prancis ini merupakan hasil kerjasama dengan Institut National des Langues et Civilizations Orientales (INACO) Prancis.

Film ini bercerita tentang kehidupan supir truk yang menghabiskan sebagian usianya di jalur Pantura, namun penghasilannya tidak dapat mencukupi keluarganya. Film karya Hizkia Subiyanto ini menyajikan potret kerasnya kehidupan di jalur Pantura sebagai lintasan utama untuk melalui sejumlah kota di pantai Urata Pulau Jawa Indonesia.

Dijelaskan Hizkia sang Produser film, Ia melibatkan Guntur Nur Puspito sebagai Direktur Musik dan Chonie Sigar Subiyantoro sebagai produser.“Kami mengolah film ini sebaik mungkin untuk disajikan kepada penonton agar mendapatkan gambaran tentang sisi lain dari kerasnya kehidupan di jalur Pantura Indonesia,” ungkap Hizkia.

Sebelum proses Produksi, Hizkia melakukan penelitian panjang dengan melintasi jalur pantura untuk mendapatkan elemen-elemen visual dari kota yang disinggahi supir truk di jalur Pantura.

“Dalam film ini saya bercerita tentang tiga hal, pertama adalah konsep animasi cerita yang ditampilkan melalui audio dan animasi visual kota Kudus sehingga Tuban yang sibuk dan berdebu menggambarkan wajah Pantura Pantura 90-an. Saya bercerita tentang karakter dari film yang mengandungi pesan penting dari film ini,” lanjut Hizkia.

Menurut pengakuannya, warna-warna dalam film Roda Pantura berhasil mengejutkan banyak orang di eropa yang akan membuka mata Indonesia menerima respon dalam memandang sisi lain dari Indonesia dari sudut pandang yang berbeda.

Gaya visual animasi dalam film ini memiliki konsep fine arts dan seni rupa, untuk mengambil warna lukisan indonesia. Detail kotor Pantura era 90-an tetap disajikan secara estetik dan enak dipandang. Musik direkam secara live sehingga menghasilkan bunyi asli dari kehidupan di Pantura.

“Paduan berbagi jenis musik Indonesia seperti unsur keroncong yang dikolaborasikan dengan Karawitan dan instrumen Gender, Saron, Gendang, Suling, Gitar dan Bass dipakai dalam untuk menghidupkan suasana asli Pantura,” ungkapnya dalam diskusi film di KBRI Prancis pekan lalu.

Sebelum film ini diproduksi, 2015 Hizkia pernah mempresentasikan konsep karya mereka di hadapan para distributor dan produser pada acara Animation du Monde di Annecy, Prancis. Pengakuan Hizkia “ Roda Pantura” telah menambah ilmu di pasar film independen dan animasi kedutaan besar Indonesia di Prancis.

Sebelum di Prancis film ini pernah ditampilkan di festival animasi di Stuggart, Jerman dan akan diputar juga pada penutupan festival film di Polandia, dimana harapannya adalah agar dapat membuka peluang untuk mendapatkan apresiasi yang lebih luas di berbagai negara.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top