Indahnya Ibadah Ramadhan di Masjid Indonesia Tokyo

Indahnya Ibadah Ramadhan di Masjid Indonesia Tokyo

Indonesiantoday: Tokyo – Setelah melewati perjuangan panjang, akhirnya masyarakat muslim Indonesia di Tokyo Jepang dapat menjalankan ibadah Ramadhan 2017 di masjid Indonesia Tokyo. Masjid ini secara resmi difungsikan Duta Besar RI dan Micronesia Arifin Tasrif pekan lalu 1438 H.

“KBRI mengundang perwakilan organisasi Islam dan kemasyarakatan yang ada di sekitar Tokyo, serta perwakilan organisasi keislaman dari negara lain seperti dari Jepang dan Turki, kehadiran masjid ini diharapkan dapat meluaskan syi’ar islam di Jepang,” ujar Duta Besar di hadapan ratusan masyarakat Indonesia yang hadir 26 Mei 2017.

Arif Aditiya ketua panitia kegiatan Ramadhan di masjid Indonesia Tokyo menjelaskan, usai diresmikan, seperti tahun-tahun sebelumnya Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) bertugas mengisi rangkaian kegiatan Ramadhan di Jepang.

“Alhamdulillah tahun 2017 ini, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1438 H, sehari sebelum Ramadhan, masjid Indonesia Tokyo hasil perjuangan muslim Indonesia secara resmi difungsikan untuk menjalankan kegiatan ibadah Ramadhan,” ungkap Arif saat dihubungi Indonesiantoday.id 29 Mei 2017.

Dijelaskannya, rangkaian kegiatan Ramadhan 1438 H / 2017 terdiri dari buka puasa bersama, sholat dan kajian Tarawih, workshop tematik, Tabligh Akbar pekanan, I’tikaf, Sanlat, Ramadhan Ceria for Kids, A Day : Islamic Culture Festival for Japanese, hingga rangkaian Sholat Idul Fitri dan Open House KBRI Tokyo.

“Tema yang diangkat pada Ramadhan kali ini adalah Meniti Surga bersama Keluarga. Setiap harinya, kajian atau ceramah Tarawih bertemakan Keluarga, begitu juga dengan workshop seperti workshop pranikah hingga mengelola keuangan keluarga secara syar’I,” ungkap Arif lebih lanjut.

Indahnya Ibadah Ramadhan di Masjid Indonesia Tokyo
Peresmian Masjid di Tokyo (Dok. Arif Hidayat KMII Jepang)

Melihat sejarah pembangunan masjid Indonesia Tokyo, KMII mulai mencetus ide pembangunan Masjid pada tahun 1999. Karena persoalan lahan, barulah pada tahun 2012 KMII mendapatkan donasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan 2 Wakil Presiden RI saat itu, Jusuf Kalla dan Budiono.

Selanjutnya, proses pembangunan fisik masjid ditandai oleh peletakan batu pertama oleh Duta Besar RI untuk Jepang ketika itu, Yusron Ihza Mahendra pada 11 Juni 2016. Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid mencapai JPY 188 juta atau sekitar lebih dari Rp 22 milyar.

Sementara itu Pandu Utama Manggala salah seorang jamaah muslim WNI mengaku merasakan aura yang berbeda menjalankan ibadah Ramadhan di Jepang kali ini. Usaha KMII sepanjang 18 tahun memperjuangkan hadirnya masjid Indonesia Tokyo merupakan satu kebanggaan umat islam Indonesia di Jepang.

“Kegiatan ramadhan kali ini terasa lebih bermakna, semalam ada Ustadz Adi Hidayat yang sengaja diundang panitia dari Indonesia, tentunya dukungan Kemenlu dan partisipasi umat islam di Jepang sangat berarti untuk berdirinya masjid ini, suasana haru dalam peresmian masjid ini dapat dirasakan jama’ah yang hadir,” jelas Pandu.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top