Menghindari “efek yo-yo” dalam Program Penurunan Berat Badan

Menghindari “efek yo-yo” dalam Program Penurunan Berat Badan

Indonesiantoday: Thailand – Siapa saja yang sedang menjalani program penurunan berat badan selalunya berusaha menahan nafsu makan. Namun sebagian orang yang sedang dalam program dia, selalunya merasakan sulitnya menjaga niat agar target berat badan segera tercapai.

Dari hasil kajian, ditemukan juga sebagian orang lainnya yang mengalami masalah ketika target berat badan ideal sudah berhasil diraih lalu beberapa bulan kemudian berat badannya justru bertambah lebih banyak dari sebelumnya dan begitu seterusnya.

Ahli Gizi memberikan istilah kepada keadaan ini dengan istilah “Yo-yo effect atau efek yo-yo”. Terdapat beberapa hal yang dapat mengakibatkan efek yo-yo ini, salah satunya adalah pengurangan jumlah kalori yang terlalu ekstrim sehingga mengakibatkan tubuh merasa kelaparan.

Tidak sedikit orang yang tidak tahan dengan diet ketat seperti ini dan mereka memutuskan untuk kembali ke pola makan seperti sebelumnya. Hal ini akan memicu tubuh untuk mengganti cadangan energi yang telah hilang sebelumnya dan pada akhirnya berat badan akan semakin bertambah.

Pada dasarnya, segala sesuatu memang kembali lagi ke niat. Selain itu, pilihlah cara yang tepat untuk menurunkan berat badan agar mendapatkan hasil yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan, hanya sekitar 20% saja dari orang gemuk yang berhasil menurunkan berat badan dan menjaganya agar tetap stabil.

Definisi berhasil adalah penurunan berat sebanyak 10% dari berat badan sebelumnya dan tidak kembali bertambah dalam waktu satu tahun. Sepuluh persen mungkin terlihat angka yang kecil, tapi percayalah untuk menurunkan berat badan sebanyak 10% dan menjaganya agar tidak kembali lagi ke berat badan awal tidak mudah, tetapi hal ini mungkin dilakukan.

Penurunan berat badan 10% juga diyakini dapat menurunkan risiko terhadap penyakit degeneratif lainnya, seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung. Tidak perlu diet ketat untuk menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Sebaliknya, lakukanlah program penurunan berat badan secara bertahap dan konsisten.

Tips untuk menghindari “efek yo-yo” dalam program penurunan berat badan:

  1. Atur pola makan: Pola makan yang paling sering dipilih adalah rendah kalori dan rendah lemak. Pola makan seperti sangat membatasi jumlah kalori dan jumlah lemak yang dimakan. Pada umumnya, kalori yang dikonsumsi berkisar 1.200-1.500 kkal/hari dengan kandungan lemak berkisar 20-35% dari total kalori.
  2. Olahraga teratur: Luangkan waktu setidaknya 1 jam/hari untuk berolahraga tingkat sedang (moderate-intensity), seperti jogging, jalan cepat, senam aerobik, dan sebagainya. Olahraga rutin sangatlah penting dalam program penurunan berat badan yang sehat. Sebagian besar dari orang yang berhasil mempertahankan berat badannya tidak hanya mengatur pola makan, tetapi juga melakukan olahraga teratur setiap hari.
  3. Timbang berat badan secara rutin: Berdasarkan hasil studi, sebanyak 44% dari orang yang berhasil mempertahankan berat badannya menimbang berat badannya setiap hari dan sebanyak 31% orang menimbang berat badannya setidaknya seminggu sekali. Menimbang berat badan secara rutin memudahkan kita untuk memantau perubahan berat badan dan memberikan motivasi untuk mencapai target berat badan ideal.
  4. Sarapan pagi: Banyak orang tidak menyadari bahwa sarapan sangatlah penting bagi tubuh. Tidak hanya membantu untuk meningkatkan konsentrasi, tetapi sarapan juga dapat membantu mengatur sistem lapar-kenyang sehingga turut membantu menjaga berat badan. Berdasarkan hasil studi, sebanyak 78% orang yang berhasil menjaga berat badannya selalu sarapan setiap hari.

Sumber:

Wing, R. R., & Phelan, S. (2005). Long-term weight loss maintenance. The American journal of clinical nutrition, 82(1), 222S-225S.

http://www.webmd.com/diet/low-calorie-diet (diakses pada 28 Juli 2017)

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top