Belajar Dari Tenaga Ahli Kesehatan di New Zealand “Plunket”

Belajar Dari Tenaga Ahli Kesehatan di New Zealand “Plunket”

Indonesiantoday: New Zealand – Layanan kesehatan selalunya menjadi bagian yang utama bagi masyarakat di sebuah negara, layanan kesehatan yang baik akan menjadi ukuran kesejahteraan masyarakatnya. Di New Zealand, pemerintah memberikan layanan kesehatan yang sangat baik kepada masyarakatnya. Bahkan semua tenaga ahli medis memiliki kedudukan yang sama sesuai dengan kepakarannya.

Rosyid Jazuli seorang WNI di New Zealand mengakui baiknya pelayanan medis di negara ini, bahkan layanan health care pada umumnya tidak dikenakan biaya. Dan ini berlaku untuk yang ‘berhak’ atau ‘entitled’ yakni penduduk (citizen) dan residen baik yang belum dan sudah permanen.

Namun dalam undang-undangnya, layanan kesehatan di-extend ke beberapa kelompok masyarakat lainnya seperti penerima bantuan NZAid dan mereka yang punya visa kerja minimal 2 tahun. Layanan kesehatan ini mencakup banyak jenis layanan kesehatan termasuk berbagai macam operasi kesehatan.

“Nah, tapi ada yang tidak free yakni biaya konsultasi dengan dokter umum atau general practitioner (GP). Untuk layanan ini, siapapun harus bayar. Namun untuk kelompok yang entitled itu, ada subsidi, sedangkan yang tidak berhak biasanya akan dikenakan biaya lebih tinggi,” ungkap Rosyid yang merasakan pelayanan gratis untuk persalinan istrinya.

Dari kelompok masyarakat yang berhak tersebut, ibu-ibu hamil sampai persalinannya berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis termasuk untuk bertemu GP. Untuk anak-anak, layanan kesehatannya, termasuk GP, juga free hingga mereka umur 18 tahun.

Dijelaskan Rosyid, yang membedakan layanan medis di New Zealand dan Indonesia adalah kualitas layanannya. Contoh soal scan, scan saat kehamilan akan dijalankan sebanyak tiga kali. Scan selama kehamilan tidak dikenakan biaya, dan selain itu,  informasi yang diberikan begitu detail dan sangat ibu-hamil-sentris. Soal ibu-hamil-sentris itu juga berlaku pada seluruh layanan kehamilan yang ada.

Belajar Dari Tenaga Ahli Kesehatan di New Zealand “Plunket”

Uli WNI yang sudah dua tahun terakhir tinggal di Kota Wellington juga mengakui layanan kesehatan pemerintah New Zealand yang sangat baik. Untuk layanan kesehatan bagi ibu dan anak, saat si ibu hamil hingga bayinya lahir semua biaya medis tidak dikenakan biaya.

“Jadi untuk ibu hamil dan anak-anak dibawah 18 tahun, semua layanan kesehatan adalah gratis termasuk biaya bertemu dokter umum atau GP. Ibu hamil di NZ hampir semua ditangani oleh bidan atau midwife. Mereka yang jadi tempat konsultasi dan control selama kehamilan dan juga nantinya akan membantu proses lahiran,” ungkap ibu yang baru saja bersalin.

Meskipun ditangani bidan, namun bidan di New Zealand sangat jauh professional dibandingkan di Indonesia. Di negara ini tidak ada perbedaan level dengan dokter anak. Yang ada adalah perbedaan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk ibu hamil, semenjak hamil sehingga proses persalinan ditangani dengan sangat professional oleh bidan.

“Nah, bidan akan terus membimbing dan membantu ibu hamil hingga sebulan setelah persalinan. Sedangkan untuk layanan imunisasi, selain gratis biasanya diberikan di medical center Setelah itu, ibu-ibu akan dibantu oleh Plunket, semacam posyandu kalau di Indonesia,” ungkapnya lebih lanjut.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top