Yuuk…Kenali Dimensia Alzheimer !!

Dimensia Alzheimers
Foto ilustrasi dari medicaldaily.com

Indonesiantoday: Penyakit Alzheimer secara umumnya akan sulit dikenali. Hal ini terjadi karena penderita selalunya mengira penurunan daya ingat terjadi seiring efek usia. Namun ketika gejala memasuki tahap lebih lanjut, dampak yang lebih signifikan akan mulai terlihat pada diri dan perilaku penderita dengan semakin lemahnya daya ingat dan berpengaruh kepada kondisi emosi yang tidak stabil.

Dr Hesty Lidy Ningsih Sp. BS salah seorang dokter bedah syaraf lulusan Universitas Indonesia mengakui bahwa saat ini di Indonesia berada pada urutan ke-4 di dunia untuk penderita Alzheimer. Terdapat sekitar 46 juta jiwa yang menderita penyakit Alzheimer di dunia, dan sebanyak 22 juta jiwa di antaranya berada di Asia.

“Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita Penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat hampir 4 kali pada tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah,” Pungkas Hesty.

Menurutnya, Demensia Alzheimer merupakan gangguan penurunan fisik otak yang mempengaruhi emosi, daya ingat dan pengambilan keputusan dan biasa disebut pikun. Kepikunan  seringkali dianggap biasa dialami oleh lansia sehingga Alzheimer seringkali tidak terdeteksi, padahal gejalanya dapat dialami sejak usia muda (early on-set demensia) dan deteksi dini membantu penderita dan keluarganya untuk dapat menghadapi pengaruh psiko-sosial dari penyakit ini dengan lebih baik.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia > 65 tahun, tetapi dapat juga menyerang orang yang berusia  sekitar 40 tahun. Menurut Hesty, sebanyak 0,5% per tahun terjadi pada usia 69 tahun, 1% per tahun pada usia 70-74 tahun, 2% per tahun pada usia 75-79 tahun, 3% per tahun pada usia 80-84 tahun, dan 8% per tahun pada usia > 85 tahun.

“Tingkat kecepatan berkembangnya gejala penyakit Alzheimer berbeda-beda pada tiap penderita, tapi umumnya gejala akan berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun,” jelas Hesty.

Seiring perkembangan waktu, gejala akan meningkat. Penderita penyakit Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif. Pada kasus yang parah, penderita penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Mengenal Ciri-Ciri Penderita Alzheimer :

– Lupa dengan nama benda atau tempat dan sering tersesat di daerah yang sudah familiar

– Lupa dengan kejadian-kejadian yang belum lama dialami

– Suka lupa cara menggunakan barang, bahkan kadang salah menaruh barang (misalnya menaruh piring di dalam lemari baju).

– Kesulitan dalam menulis dan mulai sering mengulang pertanyaan yang sama dan akhirnya kesulitan merangkai kata-kata dalam berkomunikasi maupun membuat keputusan

– Terlihat kurang berenergi dan tidak antusias dan tampak seperti mengalami depresi.

– Enggan beradaptasi dengan perubahan dan enggan melakukan hal-hal yang baru.

– Tidak tertarik lagi terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.

– Lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, duduk, atau menonton televisi daripada mengobrol dengan keluarga atau bersosialisasi.

– Mudah berburuk sangka (ketika memasuki tahap pertengahan, tingkat keparahan gejala penyakit Alzheimer yang sudah ada sebelumnya akan meningkat. Biasanya penderita yang sudah memasuki tahap ini perlu diberi perhatian ekstra dan mulai dibantu di dalam aktivitas kesehariannya, misalnya mandi, menggunakan toilet, berpakaian, dan makan).

Berikut ini adalah contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap menengah.

– Sulit mengingat nama anggota keluarga sendiri atau teman.

– Disorientasi dan rasa bingung yang meningkat (misalnya penderita tidak tahu di mana dirinya berada).

– Perubahan suasana hati yang makin sering terjadi. Gelisah, frustrasi, cemas, dan depresi. Bahkan kadang mengalami gangguan penglihatan. Kondisi terburuk mulai mengalami halusinasi yang memburuk dan membuat penderita selalu curiga terhadap orang di sekitarnya, bahkan kadang berprilaku kasar (penderita Alzheimer dalam kondisi ini membutuhkan pengawasan dan bantuan secara total dari orang lain dalam hari-hari mereka. Tidak hanya penderita yang merasa sangat tertekan, tapi dapat juga dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka juga.

– Penurunan daya ingat yang sudah makin parah dan tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain. Tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

– Buang air kecil atau besar tanpa disadari, berat badan turun secara signifikan.

– Tidak lagi memedulikan kebersihan dirinya sendiri, tidak mampu makan sendiri dan mengalami kesulitan menelan saat makanan.

Segera temui dokter apabila gejala penyakit Alzheimer pada kerabat atau teman Anda meningkat secara signifikan atau jika Anda sendiri khawatir dengan penurunan daya ingat yang dirasakan.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top