Kenali Cara Menghadapi Penderita Mythomania

Penderita Mythomania

Indonesiantoday: Seorang teman membuka cerita tentang pengalamannya di kelas modeling terkenal di Jogja, konon katanya meyakinkan bahwa Ia setiap akhir pekan dan sering tampil fashion show keliling kota. Dengan sangat yakin Dia juga mengaku berteman akrab dan sering “hang out” bareng Sherina artis Indonesia yang terkenal itu. Dia  juga sering mendapatkan hadiah dari om-om nya yang di Jakarta.

“Perasaan Aku sering melihatnya setiap akhir pekan di rumah, lalu kapan dia ke Jogja dan keliling kota untuk fashion show. Nah, apalagi cerita tentang Sherina, padahal dia sama sekali belum pernah ke Jakarta. Dan setahuku dia tidak punya om di Jakarta. Akh..!! ternyata dia berbohong lagi, lagi, dan lagi,”

Dia  selalu bercerita dengan imajinasinya, dan seolah-olah itu adalah fakta. Banyak lagi cerita yang ‘mengagumkan’ yang ia ceritakan kepada siapapun yang ia temui. Awalnya, memang sangat meyakinkan dengan cerita- ceritanya, tetapi akhirnya setiap orang akan menyadari bahwa itu semua cerita karangannya saja.

=================================

Imajinasi seperti petikan cerita di atas tampak seperti nyata, padahal semua cerita ini adalah khayalan semata. Ahli Kejiwaan menamakan kasus ini dengan mythomania, yaitu gangguan kejiwaan yang dialami seseorang yang membuatnya terbiasa berbohong dan diyakininya bahwa itu adalah kebenaran.

Kebohongan yang ditimbulkan dapat menjadi sangat luas dalam waktu yang sangat luas, bahkan bisa menjadi sebuah candu bagi si penderita mythomania. Tujuan mereka berbohong adalah untuk mendapatkan perhatian yang besar dari orang lain. Mereka ‘haus’ perhatian dan kepercayaan dari orang- orang yang berada di sekitar mereka.

Mythomania atau kebohongan patologis itu merupakan kebohongan yang dialami oleh si penderita dengan tanpa ia sadari dan penderita percaya bahwa itu adalah fakta. Penyakit psikologis perlu penanganan khusus dan segera ditangani psikiater.

Diyah Fitriasti Khoirunnisa S.Psi., ahli kejiwaan menjelaskan, perbedaan antara mythomania dengan kebohongan biasa adalah, penderita mythomania sering tidak sadar bahwa sebenarnya dia sedang berbohong dan berimajinasi.

Mythomania adalah kondisi kejiwaan seseorang yang memiliki kecenderungan untuk selalu berbohong. Kebohongan ini biasanya bukan bermaksud untuk menipu orang lain, tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri mempercayai kebohongannya,” ungkap Diyah.

Biasanya, mythomania ini disebabkan oleh faktor seringnya terjadi kegagalan dalam kehidupan si penderita, seperti masalah keluarga, pendidikan, pergaulan, masa kecil, bahkan dalam pekerjaan.

Awalnya, penderita hanya ingin menutupi permasalahan yang terjadi dalam kehidupannya dengan cerita-cerita khayalan yang menarik, tetapi karena hal tersebut dirasakan oleh si penderita menjadi ‘zona nyaman’. Pada akhirnya, setelah ia mendapatkan perhatian yang banyak seperti yang ia inginkan, maka ia pun mengulanginya terus menerus hingga akhirnya tidak disadari menjadi sebuah kebiasaan untuk berbohong.

Beberapa ciri yang menonjol penderita mythomania, yaitu :

  1. Suka membesarkan sesuatu
  2. Sering kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya
  3. Bisa berubah- ubah dalam ceritanya
  4. Menganggap dirinya legenda atau hebat
  5. Ketahuan berbohong berkali- kali

How to deal with it?

Cara sederhana untuk menanggapi cerita penderita mythomania untuk keluar dari zona nyaman kebohongannya?

Pertama, dengan memberikan kepada mereka sebuah keyakinan bahwa yang mereka lakukan itu tidak benar. Dan sebaiknya membiarkan diri mereka sendiri untuk menyadarinya. Kedua, penderita mythomania bisa meminta bantuan kepada psikolog atau psikiater untuk menyembuhkannya, baik dengan metode hypnotherapy atau konseling

“Memberikan lebih banyak fakta kepada penderita, karena semakin banyak penderita mythomania ini diberikan fakta, maka berjalan waktu Ia akan menyadari kenyataan yang sesungguhnya.”

Penderita mythomania perlu mendapatkan perhatian khusus, karena ia adalah korban dari perasaan diperlakukan tidak adil ataupun merasa tidak bahagia dalam kehidupannya. Sedapat mungkin untuk tidak menghindari mereka, berusahalah untuk tetap menghargai keberadaannya.

Kunci utama untuk sembuh adalah menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan,berusaha dengan optimis, dan tidak pernah putus asa.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top