Ilmuan Australia Lakukan Penelitian Ziarah Kubur di Kota Gresik Jawa Timur

Prof. Quinn Berpose di depan Makam Sunan Giri

Indonesiantoday: Gresik – Prof. George Quinn sudah mendalami penelitian Indonesian study semenjak tahun 1973. Ketika Ia menyelesaikan kuliah S1 di Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada (UGM), Quinn menikahi wanita Asal Banyumas. Pernikahan menjadikannya semakin menekuni kajian tentang Indonesia.

Profesor asal Australia National University (ANU) ini merupakan pakar di bidang Indonesian Languages, Asian Cultural Studies, Islamic Studies, Religion And Religious Studies, Other Language, Communication And Culture.

Kamis 19 Oktober lalu, untuk kesekian kalinya Ilmuan ini menjalankan penelitian di Indonesia. Kunjungan penelitiannya kali ini dijalankan bersama The Education of Literature and Linguistics Institute (ELLI) di Kota Gresik Jawa Timur Indonesia.

Menurut pengakuannya, Kota Gresik sudah sejak lama menarik perhatiannya, khususnya tentang banyaknya makam keramat yang dikunjungi wisatawan untuk “Ziarah Kubur” dan penelitian ini sudah Ia lakukan semenjak 20 tahun silam. Ketika itu Ia mengetahui cerita tentang Gresik dari majalah “Panjebar Semangat”. Majalah yang wujud semenjak 1933 ini masih terbit di Indonesia masih terbit di Jalan Bubutan – Surabaya. Inilah alasan kuat untuk saya memenuhi undangan ELLI.

Prof Quinn berdialog dengan pengunjung “Ziarah Kubur” makam Sunan Giri dengan bahasa Indonesia.

“Di majalah itu ada Rubrik “Pasujarahan” jadi sebenarnya ziarah dan sejarah atau sujarah itu mempunyai satu arti. Di rubrik tersebut biasanya mereka berbagi pegalaman mereka ketika di tempat-tempat keramat terutama di makam keramat. Dari situlah saya mengetahui Gresik,” kenang Pria 74 tahun ini.

Budaya Ziarah Kubur yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dari berbagai daerah ini selalu mengalami peningkatan, khususnya di Jawa dan Madura. Kajian seperti ini belum pernah terlintas pada pemikiran orang-orang di Australia.

“Dalam menjalankan penelitian ini, saya biasanya berdiskusi dengan beberapa rekan di ANU seperti Greg Fealy, Ed. Aspinall, Marcus Mietener yang fokus dengan kajian peran Islam dan Politik di Indonesia. Lalu Katherine Robinson yang mendalami Islam dan Gender. Dan Merle Riklefs, seorang sejarawan dalam bidang Sejarah Islam di Jawa,” ungkap Quinn lebih lanjut.

Prof Quinn bersama pihak ELLI di lokasi penelitian Ziarah Kubur Makam Sunan Giri Gresik Jawa Timur

Profesor yang fasih berbahasa Indonesia dan Jawa ini juga pernah melakukan penelitian di Timur Leste dengan penelitian serupa. Secara pribadi Prof. Quinn berterima kasih dengan undangan kunjungan penelitian bersama ELLI, Ia berharap akan lahir peneliti-peneliti muda yang serius mengembangkan penelitian ini lebih lanjut.

Sementara itu Laila mewakili pihak ELLI mengaku sangat beruntung dengan kunjungan penelitian bersama ini. Sambutan masyarakat Gresik kepada Prof. Quinn yang fasih berbahasa Indonesia sangat memudahkan interaksinya bersama masyarakat tempatan.

“Ada peziarah asal Madura yang langsung menyalami Prof. Quinn, dan perbincangan mereka terkesan sudah sangat dekat, interaksi ini sangat membantu untuk mengumpulkan data apa yang menjadi alasan kuat masyarakat Indonesia dengan Ziarah Kubur ini,” ungkap Laila.

Pihak ELLI berencana untuk menggandeng pemerintah daerah Kota Gresik dalam penelitian ini. Menurutnya, jika budaya Ziarah Kubur dikelola pemerintah daerah dengan baik, diharapkan dapat menjadi daya tarik pariwisata kota Gresik.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top