KBRI Kuala Lumpur dan ATC LionAir Rancang Kerjasama untuk Program Beasiswa Penerbangan Anak TKI

KBRI Kuala Lumpur dan ACT LionAir Rancang Kerjasama untuk Program Beasiswa Penerbangan Anak TKI

Indonesiantoday: Kuala Lumpur – Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur Prof. Ari Purbayanto menginisiasi program kerjasama dengan Angkasa Training Center LionAir di Wanakerta Tangerang (24/10/17). Menurut rencana kerjasama dijalankan dengan pengiriman lulusan SMA Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) untuk mengikuti pendidikan pilot, mekanik dan pramugari di Angkasa Training Center LionAir.

Atdikbud selama beberapa tahun terakhir sangat serius meningkatkan layanan pendidikan untuk anak-anak Indonesia di perbatasan melalui Community Learning Center (CLC). Hingga saat ini ribuan anak Indonesia di Sabah Serwak sudah mendapatkan layanan pendidikan.

“Insya Allah nanti akan ada anak-anak Indonesia di Malaysia yang orang tua mereka pekerja migran tetapi anaknya menjadi Pilot, Mekanik pesawat maupun Pramugari LionAir. Semangat menggapai cita-cita anak-anak didik kami di SIKK, SIKL, SIJB dan juga CLC,” ungkap Prof Ari.

Menurut Prof. Ari, kerja sama ini mengikut kepada arahan Duta Besar KBRI Kuala Lumpur Rusdi Kirana pada acara Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) 2017 yang telah dilaksanakan di SIKK 18-19 Oktober 2017 lalu. Duta besar menjanjikan beasiswa kepada pemenang KS2O 2017.

“KS2O 2017 telah menjadi momen penting bagi anak Indonesia di Malaysia khususnya mereka yang berhasil menjadi juara di ajang KS2O. Pak Dubes menjanjikan pemenang mendapatkan kesempatan untuk dapat sekolah di LionAir Training,” ungkap Prof Ari.

Hal senada juga disampaikan Dubes Rusdi Kirana, hadiah yang diberikan akan menjadi motivasi untuk anak-anak Indonesia di perbatasan agar lebih sungguh-sungguh merajut masa depan yang lebih gemilang. Pemenang KS2O berhak mendapatkan beasiswa untuk belajar di Angkasa Training Center LionAir, menjadi Pilot, Mekanik pesawat atau pramugari.

“Meskipun mereka tinggal di ladang sawit, tidak ada alasan untuk tidak berprestasi. Kalian punya kesempatan menjadi Pilot, Mekanik pesawat atau pramugari. Pada saatnya nanti akan ada pilot dari anak-anak Indonesia di sini yang menerbangkan pesawat melintasi perladangan sawit di Sabah tempat orang tua mereka bekerja,” ungkap Dubes kepada juara KS2O September 2017 lalu.

Kunjungan Atdikbud bersama Kepala SIKL H. Agustinus Suharto, M.Pd dan Kepala SIKK H. Istiqlal, M.Pd diterima dengan sangat sangat baik oleh pihak Angkasa Training Center LionAir di Wanakerta Tangerang. Berharap kerjasama yang akan dijalankan dapat memberikan manfaat untuk anak bangsa di Malaysia.

Dijelaskan pimpinan ATC bahwa, rekrutmen untuk pelatihan pilot akan dilakukan setiap 3 bulan dan untuk pramugari setiap saat dibuka. Saat ini peluang menjadi pramugari sangat tinggi, dan masih diperlukan 400 calon siswa dengan biaya pelatihan gratis dan langsung dipekerjakan di maskapai LionAir. Begitu juga kebutuhan untuk tenaga mekanik penerbangan masih banyak.

“Biasanya siswa peserta pelatihan langsung kami ikat kontrak kerja dengan LionAir, dan mereka akan mendapatkan gaji mulai dari mengikuti pelatihan. Mekanik dan Pramugari peluangnya masih besar, namun untuk kebutuhan pilot masih terbatas, karena masih banyaknya lulusan pilot yang belum mendapatkan pekerjaan,” jelas Capt. Dibyo yang sempat memutar video dan penjelasan program pendidikan dan pelatihan di ATC LionAir.

Paparan pihak manajemen ATC diharapkan memberikan harapan dan menjadi kabar gembira untuk calon peserta pelatihan kelak. Berharap anak-anak Indonesia di Malaysia lulusan SMA SIKL dan SIKK dapat diterima dengan beasiswa ataupun kontrak kerja setelah menyelesaikan pendidikan di ATC LionAir.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top