Dubes RI untuk Yordania dan Palestina Dukung Kajian Asean dan Midle East

kajian Asean dan Midle East
Sumber foto dari Jordan Times

Indonesiantoday.id: Jordan – Andy Rachmianto selaku Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina melihat pentingnya kajian Asean dan Midle East untuk mengetahui perkembangan terkini kedua kawasan. Dubes juga memberikan apresiasi dengan keterlibatan pelajar Indonesia Jordan yang tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Jordan atas keterlibatannya dalam kuliah umum Asean Midle East baru-baru ini.

Menurutnya keterbatan pelajar sangat penting untuk mengetahui perkembangan hubungan bilateral antar negara, khususnya keamanan politik.

Dalam segi persahabatan antar region, Duta Besar Andy Rachmianto menyampaikan bahwa Indonesia sebagai bagian dari ASEAN terus mengikuti perkembangan Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina termasuk isu genosida yang terjadi di Rohingya.

“Sebagai sesama negara islam khususnya di ASEAN, negara yang berkonflik ini membutuhkan perhatian dan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara,” ujar Dubes dalam sambutannya akhir pekan lalu.

Kuliah umum yang bertajuk “ASEAN and the Middle East: Trajectories for future relations” digelar oleh The Committee of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jordan Institute of Diplomacy (JID) dan Kementerian Luar Negeri Jordan pada Selasa pada Oktober 2017 lalu di Jordan Institute of Diplomacy, Amman. Selain melibatkan pelajar ratusan tamu undangan yang berlatar belakang diplomat, pejabat pemerintahan, pebisnis dan berbagai praktisi turut hadir dalam acara ini.

Eksekutif direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta dan pakar politik dari Indonesia, Dr. Philip Jusario Vermonte berkesempatan menyampaikan kuliah umum dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Lina Arafat, direktur Jordan Institute of Diplomacy.

Dalam ceramahnya, Philip menekankan berbagai kesamaan yang dimiliki region Asia Tenggara dan Timur Tengah seperti kesamaan agama, kebutuhan akan keamanan dalam menghadapi radikalisme serta pertukaran kultur dan perdagangan yang seharusnya memudahkan interaksi antar kedua region dalam aspek geo-politik dan geo-ekonomi.

It is known that countries in both regions have established a various of corporations related to security and the fight against terrorism,” jelas Philip ketika memaparkan kerjasama antar region dalam bidang keamanan politik. “Such as the exchange of defence equipment and expertise, information and intelligence sharing, interfaith dialogues and many more,” tambahnya.

Sementara untuk sisi ekonomi, Philip menerangkan bahwa tercatat beberapa kerjasama dan perdagangan yang berlangsung antar ASEAN dengan Gulf Cooperation Council dan Liga Arab. Selain itu, di tahun 2015, Jordan sendiri membawa angin segar dalam persahabatan antar region dengan menugaskan duta besarnya untuk negara-negara ASEAN.

Di akhir acara undangan diperkenalkan dengan berbagai sajian khas Asia Tenggara dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top