Menyingkap Misteri Sleep Paralysis, Panik Ketika Tidur Merasa Tertindih

Sleep paralysis
Sumber foto lifehacker.com

Indonesiantoday.id – Mungkin anda pernah mengalami ketika sedang lelap tidur seakan- akan di atas tubuh anda terasa ada beban yang berat sehingga membuat anda tidak bisa bergerak, bahkan anda juga merasa sangat kesulitan untuk berbicara atau berteriak. Keadaan ini secara medis dikenali dengan sleep paralysis.

Dr. Ryan Wijayanti menjelaskan tahapan apa saja yang dialami manusia ketika sedang lelap tertidur. Pada dasarnya saat tidur kita biasanya melalui 5 tahapan, tahapan 1-4 dikenali dengan periode tidur  Rapid Eye Movement (REM) pada masing-masing tahapannya. Di tahap ini tubuh akan terasa seperti berayun- ayun dari tidur dan terjaga sehingga mudah dibangunkan. Di tahap awal ini mata kita bergerak sangat lambat dan otot kita mulai rileks.

Sleep paralysis terjadi ketika seseorang berada pada tidur paling dalam saat seluruh otot relaksasi. Akan tetapi, perubahan tahapan tidur secara mendadak akibat gangguan siklus tidur menyebabkan seseorang tersadar,” Jelas Dr Ryan

Ciri lain dari Sleep paralysis adalah perasaan halusinasi, perasaan tercekik, dan sulit menggerakkan lidah. Dalam keadaan ini, seseorang dapat membuka mata, menggerakkan bola mata, dan melihat sekeliling namun badannya tidak bisa bergerak.

Lebih lanjut dijelaskannya sejumlah faktor yang menjadi pemicu terjadinya Sleep Paralysis seperti kurang Istirahat, tubuh dalam kondisi yang sangat lelah, pengaruh obat- obatan, Stress dan tekanan sepanjang hari dan juga pola tidur yang tidak beraturan.

“Tubuh manusia bekerja dengan batas waktu tertentu, untuk itu perlu diatur pola hidup yang baik, sama seperti mesin jika sudah dipakai dengan batas maksimum akan mengakibatkan kerusakan pada mesin. Perlakukan tubuh kita dengan baik agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan,” pungkasnya.

The American Sleep Disorder Association (1990) mendefinisikan bahwa sleep paralysis adalah ketidakmampuan tubuh mengendalikan otot volunteer selama sleep onset (gypnagogic) atau selama terbangun di antara waktu malam dan pagi (hypnopompic).

Dalam jurnal Gilliam tahun 2008, disebutkan keadaan sleep paralysis dapat terjadi selama beberapa menit sampai dua puluh menit. Penelitian yang dilakukan di Universitas Kanada itu menyebutkan bahwa sebanyak 30 persen responden pernah mengalami setidaknya satu kali kejadian sleep paralysis.

Sedangkan menurut Cheyne, et al dalam penelitian tahun 1999, tiga perempat responden mengalami setidaknya satu kali halusinasi dan 10 persennya mengatakan mengalami lebih dari dua kali halusinasi.

Hasil ini didukung pula oleh penelitian yang dilakukan di berbagai belahan dunia. Menurut Fukuda, Miyasitha, Inugami, & Ishihara, 1987 dan jurnal Spanos, McNulty, DuBreul, Pires, & Bugess, 1995, sebanyak 25-40% responden mengalami sleep paralysis disertai halusinasi .

Sleep paralysis, banyak terjadi pada seseorang yang memiliki tekanan atau yang mengalami stres. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kejadian sleep paralysis banyak terjadi pada seseorang yang mengalami gangguan mental.

Tips- tips yang Bisa Dilakukan ketika Mengalami Sleep Paralysis :

1. Hindari kepanikan, semampu mungkin buatlah diri anda dalam keadaan yang rileks, bisa sambil berdoa, mengucapkan kalimat- kalimat yang positif dalam hati, atau membayangkan kejadian- kejadian yang indah dalam hidup anda.

2. Carilah anggota tubuh yang bisa digerakkan (jari tangan, jari kaki, mata), gerakan yang dilakukan secara terus menerus akan memaksa tubuh agar sepenuhnya bangun.

3. Bangunlah dengan pelan-pelan dan bernafaslah yang panjang dan dalam, lalu minumlah beberapa teguk air agar tubuh semakin rileks.

Yuk Simak Bagaimana Tips mengatasi Sleep Paralysis

Istirahat/Tidur yang Berkualitas

Sleep Paralysis biasanya terjadi pada seseorang yang kurang tidur. Oleh karena itu, anda perlu tidur yang cukup, teratur dan berkualitas, agar mengurangi terganggunya siklus REM.

Jauhkan Diri dari Stress

Para peneliti mendapati bahwa stress akan mempengaruhi kualitas tidur yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan sleep paralysis. Ketika seseorang mengalami stress, maka dia akan memproduksi  hormon stress seperti kortisol dan adrenalin yang berlebih dibandingkan orang yang memiliki tidur berkualitas. Disarankan sebaiknya sebelum tidur supaya menyelesaikan segala urusan agar tidak terbawa ke alam bawah sadar anda.

Olahraga Seimbang

Selain dapat meningkatkan kesehatan, olahraga ternyata dapat menghindarkan anda dari sleep paralysis. Olahraga ini dilakukan secara rutin dan seimbang. Tidak harus mahal atau ke gym. Olahraga yoga atau kardio di rumah yang dilakukan secara teratur pun sudah mencukupi.

Pola Makan yang Tepat

Buatlah pola makan yang baik dan seimbang untuk harian anda. Hindari atau kurangi makanan dan minuman yang berpengaruh terhadap kualitas tidur anda, seperti makanan dan minuman yang banyak mengandung kafein dan alkohol.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top