Sebanyak 323 Kota di Indonesia Harus Waspada Terhadap Dampak Siklon Tropis

Badai Siklon Cempaka dan Badai Dahlia
Dua bibit badai yang terekam dari satelit himawari, (sumber: static.viva.id)

Indonesiantoday.id: Sejak Hari Rabu, 29 November 2017, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengamati tumbuhnya badai siklon di Samudera Hindia, sebelah barat daya Lampung, tepatnya pada koordinat sekitar 100 BT, 9 LS. Badai ini kemudian bergerak kearah Tenggara lalu ke Timur dan hingga Jumat malam di ketahui pada posisi sekitar 110 BT, 10 LS, atau di perairan sebelah selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Supari analisis iklim BMKG dan juga sebagai peneliti cuaca Indonesia di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menjelaskan, badai dengan kecepatan angin maksimum disekitar pusat badai mencapai sekitar 90 Km/Jam. Badai ini diberi nama Dahlia oleh Pusat Peringatan Dini Badai Siklon BMKG (Jakarta TCWC, Tropical Cyclone Warning Center).

“Badai ini berpotensi menimbulkan gangguan cuaca buruk terutama melanda daerah-daerah yang berdekatan dengan jalur pergerakannya seperti Banten, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian selatan dan Yogyakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, beberapa hari sebelumnya di perairan selatan Jawa juga tumbuh sebuah badai yang diberi nama Cempaka, yang menimbukan gangguan cuaca buruk berupa hujan lebat terus menerus dan angin kencang. Cuaca buruk ini menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologis yang dahsyat berupa banjir dan tanang longsor di wilayah Yogyakarta, Pacitan, Wonogiri dan sekitarnya.

Badai Siklon Cempaka dan Badai Dahlia

Belajar dari kejadian dampak badai siklon Cempaka dan juga badai Dahlia, masyakarat perlu memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan tinggi terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang dipicu cuaca buruk sebagai dampak badai siklon. Sebab, sesungguhnya badai siklon di perairan selatan jawa hingga selatan nusa tenggara itu hampir selalu berpeluang terjadi di setiap musim angin baratan.

Sementara itu Sutopo Purwo Nugroho Kapusdatin Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa, pihaknya telah memberikan himbauan agar masyarakat mempersiapkan penanganan dampak dari badai cempaka. Masyarakat juga perlu membuat antisipasi dari dampak badai ini.

“Dampak dari siklon tropis ini sangat berpeluang terhadap banjir dan tanah longsor, untuk itu setiap lokasi yang sudah menjadi langganan bajir dan tanah longsor agar lebih waspada dan melakukan antisipasi sedini mungkin,” jelasnya.

BNPB mendata terdapat sebanyak 323 kota di Indonesia yang harus meningkatkan kewaspadannya terhadap bencana banjir, erupsi gunung berapi dan juga longsor. Masyarakat dihimbau untuk mengantisipasi sedini mungkin akan dampak dari bencana ini.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top