Menlu Retno Sepakati Kerja sama Pendidikan di Filipina Selatan

Kerjasama

Indonesiatoday.id: Davao, Filipina – Mengawali kerja diplomasi tahun 2018, Menlu RI, Retno LP Marsudi, sepakati kerjasama bidang pendidikan dengan pemerintah Filipina khususnya di wilayah Davao Filipina Selatan. Hal tersebut disampaikan Menlu dalam kunjungan kerja ke Davao, Filipina Selatan 3/1/18.

Menurutnya, kunjungan kerja ke Davao memiliki 2 misi utama, pertama adalah menyerahkan paspor secara simbolik kepada WNI keturunan yang telah menetap dan tinggal di Filipina Selatan selama beberapa generasi; dan kedua, meluncurkan kerja sama pendidikan Islam antara Indonesia dan Filipina di Mindanao, Filipina Selatan.

Secara simbolik, Menlu RI menyerahkan 20 paspor Indonesia kepada warga Keturunan Indonesia. WNI keturunan tersebut sudah menetap bertahun-tahun di Filipina, namun tidak memiliki ketetapan status kewarganegaraan.

KJRI Davao City bekerjasama dengan Pemerintah Filipina dan UNHCR memperkuat upaya untuk mengidentifikasi WNI di Davao sejak tahun 2011 lalu. Hasilnya, ribuan warga keturunan Indonesia berhasil dicegah agar tidak menjadi ‘stateless’. KJRI mendata 8.745 Warga Keturunan Indonesia atau disebut Persons of Indonesian Descent (PIDs) yang tersebar di 8 Propinsi di Filipina Selatan. Dari jumlah tersebut, 2425 orang sudah diberikan Surat Penegasan Kewarganegaraan Indonesia (SPKI).

“Pendataan dan penegasan status bukan merupakan proses yang mudah. Alhamdulillah, dengan upaya keras semua pihak akhirnya hal ini dapat kita lakukan” tegas Menlu.

Pada tahun 2017, Menlu Retno dan Presiden Joko Widodo melakukan kebijakan yang sama di Malaysia. Upaya Pemerintah Indonesia untuk menghadirkan negara bagi warganya ditunjukkan dengan memberikan hak perlindungan maksimal bagi warganya yang tinggal di luar negeri.

Dalam kunjungan ini, Indonesia dan Filipina juga telah menandatangani kerjasama pendidikan Islam, terutama dengan sekolah-sekolah Islam di Mindanao Selatan. Peluncuran kerja sama pendidikan Islam antara Indonesia-Filipina dilakukan di Madrasah Al Munawwara, Davao, Filipina Selatan. Madrasah Almunawarah adalah sekolah islam pertama yang terakreditasi sejak tahun 1996, saat penandatanganan Final Peace Agreement antara kelompok MNLF dan Pemerintah Filipina yang difasilitasi Indonesia. Hingga saat ini, madrasah tersebut memiliki 200 siswa, 13 guru, dan 8 imam.

Kerjasama
Menlu RI Retno LP Marsudi Sepakati Kerjasama Bidang Pendidikan di KJRI Davao City

Peluncuran kerja sama pendidikan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden RI dan Presiden Filipina di sela-sela KTT ASEAN di Manila, November 2017 yang menyepakati pentingnya mengembangkan pendidikan Islam yang menyebarkan ajaran Islam yang Rahmatan lil-Alamin.

Kerja sama pendidikan Indonesia-Filipina akan meliputi bidang-bidang sebagai berikut: Curriculum Developments; Joint Research and Education Workshops; Ulama, Principal, and Teachers Exchange Programs; Technical Vocational Education (benchmarking activities) dan Student Exchange Programmes.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia mengumumkan akan memberikan 100 beasiswa per tahun untuk siswa madrasah asal Mindanao yang mencakup semua biaya (international transportation, tuition fee, dan living cost selama belajar di Indonesia).

Dalam kunjungan kerja ke Mindanao tersebut, Menlu RI juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte di Kantor Presiden di Panacan, Davao, Filipina Selatan.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top