Putra Indonesia Bangun Pesantren di Amerika

President Nusantara Foundation

Indonesiantoday.id: Jakarta – President Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali mengatakan Institusi pendidikan adalah pusat pembangunan generasi masa depan. Selama dunia masih eksis selama itu pula pesantren membawa kebaikan.

Shamsi Ali yang pernah menjadi Imam besar di Islamic culture centre di New York tersebut sedang mempersiapkan pembangunan pesantren di Amerika.

“Pesantren ini akan menjadi pesantren pertama di Amerika, yang Insha Allah akan menjadi proyek penuh dengan keberkahan, kesempatan ini akan menunjukkan pada dunia bahwa umat Islam Indonesia siap menjadi solusi dalam isu global,” Kata Imam Shamsi Ali pada konferensi pers di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (18/1).

Pesantren yang diberi nama “Pesantren Madani Nusantra” rencananya akan dibangun di 613 Town St. Moodus CT 06469. Berlokasi di Kota kecil Moodus, Negara Bagian Connecticut, tidak jauh dari Kota metropolitan New York, dengan luas 7,4 hektar.

“Tahun ini sudah mulai pembersihan lahan, kita targetkan peletakan batu pertama kalau tidak di akhir tahun atau awal tahun depan. Membutuhkan biaya sekitar 1 Juta USD untuk pembersihan saja, dan mungkin dengan pembangunan bisa mencapai 6 Juta USD,” pungkasnya.

Selanjutnya, Imam Shamsi menyampaikan, niat mulia mendirikan pesantren di Amerika Serikat masih menjadi pertanyaan menarik bagi sebagian orang. Selain karena keunikan pesantren itu sendiri sebagai institusi pendidikan Islam khas Nusantara, juga karena memang persepsi sebagian orang seolah-olah hak-hak beragama orang Islam di Amerika dibatasi.

“Terlebih lagi pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS yang memang dikenal kurang bersahabat, tapi dalam hal ini pembangunan tidak akan berhubungan langsung dengan White House, karena kita hanya menyelesaikan izin dengan pemerintah kota di lokasi pembangunan,” jelasnya.

Indonesia dengan segala kebesarannya relatif belum dikenal di Amerika dibandingkan bahkan dengan negara-negara Asean lainnya. Jika Thailand misalnya dikenal dengan culinarinya di Amerika, maka barangkali Indonesia akan dikenal dengan sistem pendidikan Islamnya yang khas.

“Selesainya nanti, dalam hal SDM mungkin kami akan merekrut muslim tempatan, dan tidak menutup kemungkinan juga orang Indonesia, rencananya kami pesantren ini tingkatannya SMP, SMA, dan sistem pendidikannya untuk pelajaran menggunakan kurikulum di AS,” tambahnya.

Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar dunia. Sementara asumsi yang berkembang di dunia Barat, termasuk di Amerika adalah bahwa Islam itu agama Arab atau Timur Tengah. Maka menampilkan sebuah pendidikan Islam yang khas Indonesia akan mengenalkan Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dunia.

Dengan menampilkan institusi pendidikan yang berkarakter Indonesia, sedikit banyaknya akan menjawab kesalah pahaman itu. Karena Indonesia adalah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim tapi sekaligus mampu merangkul semua nilai-nilai universal tersebut.

“Tidak hanya pesantren yang akan kita bangun, namun nantinya juga dibangun Muallaf Centre, guna mendidik para muallaf yang ingin belajar banyak tentang Islam, dan juga ada rumah budaya, seperti rumah minang atau keunikan-keunikan budaya Indonesia, dan program-program lainnya yang akan menyusul,” kata Imam Shamsi.

Pendirian pesantren di Amerika juga menjadi “test case” (ujian kasus) bagi Amerika dalam toleransi, kebebasan beragama, HAM dan keadilan untuk semua (justice for all).

“Kita mengenal Amerika menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kebebasan beragama (religious freedom), hak-hak asasi manusia (termasuk hak agama/ibadah), serta keadilan untuk semua. Dan karenanya kita berupaya semaksimal untuk memenuhi persyaratan bagi berdirinya sebuah pondok (boarding school) ini. Dan jika persyaratan-persyaratan dipenuhi, dan Amerika menolaknya berarti Amerika melakukan pelanggaran pada nilai-nilai (values) yang dibanggakannya,” pungkasnya

Dengan segala dinamika yang terjadi di Amerika, negara ini tetap sebagai negara super power dunia. Sekecil apapun karya yang dilakukan di negara ini, dikarenakan posisi Amerika, akan memberikan dampak besar kepada dunia lainnya.

“Harapannya pesantren ini akan berdampak positif dan berkontribusi kepada terbangunnya hubungan yang semakin baik antara Amerika dan dunia Islam, khususnya Indonesia,” tutupnya.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top