Guru Bahasa Indonesia dari Kemendikbud Sukseskan BIPA di Malaysia

Guru Bahasa Indonesia

Indonesiantoday.id: Kuala Lumpur, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur Prof Ari Purbayanto secara resmi membuka program belajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing di Kampus Islamic Internasional University Malaysia (IIUM).

Dijelaskannya, kelas Bahasa Indonesia ini sebenarnya sudah sejak lama dibuka di IIUM, namun secara resminya baru 2018 diresmikan dengan mendatangkan tutor khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

“Program pelatihan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing ini kami singkat dengan BIPA, karena program ini dikhususkan bagi orang asing yang berminat belajar Bahasa Indonesia secara serius. Program ini dipusatkan di kampus IIUM, Gombak, Selangor” jelas Prof Ari 27/02/18.

Prof. Ari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program ini secara berkelanjutan setiap tahun oleh pelajar Indonesia di kampus IIUM. Menurutnya memberikan bantuan dalam hal materi tetapi juga memfasilitasi dengan mendatangkan guru BIPA profesional dari Kemendikbud sangatlah tepat untuk menunjang aktifitas program ini lebih sukses lagi. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional perlu diperkenalkan secara lebih luas untuk meningkatkan minat warga asing mengenal Indonesia secara lebih dekat.

Sri Astuti, guru profesional dan terlatih yang khusus didatangkan Atdikbud diharapkan dapat menjalankan tugasnya untuk mengajar Bahasa Indonesia bagi warga negara asing. “Kehadiran tutor profesional ini diharapkan dapat meningkatkan minat warga negara asing untuk belajar Bahasa Indonesia,” jelasnya lebih lanjut.

Prof. Ari dalam kesempatan tersebut mengajak mahasiswa Malaysia dan warga negara asing lainnya yang hadir menjadi peserta pelatihan untuk lebih bersemangat mengenal dan memahami bahasa Indonesia, agar nantinya kemampuan Bahasa Indonesia yang baik dapat berpeluang untuk mengenal lebih dekat kebudayaan dan keindahan alam Indonesia.

Sementara itu Dr. Betania Kartika Muflih, WNI yang mengajar di kampus IIUM mengatakan, kelas Bahasa Indonesia ini telah terlaksana sejak tahun 2013 dan diikuti oleh 60 orang mahasiswa asing yang menempuh pendidikan S1, S2 dan S3. Kelas Bahasa Indonesia ini tidak dikenakan pungutan biaya. Kegiatan belajar mengajar dilakukan setahun sekali selama 2 bulan (Februari-Maret) di awal tahun permulaan semester.

“Berkat kerjasama dan hubungan yang baik selama ini antara Atdikbud dengan pihak universitas, beberapa universitas negeri di wilayah semenanjung Malaysia telah menawarkan kerjasama dibukanya kelas bahasa Indonesia bagi pelajar Malaysia dan warga negara asing lainnya yang berminat mengikuti program ini,” tutup Sony.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top