Warga Indonesia Asal Parakan Jawa Tengah Bisnis Jamu di San-Fransisco

Indonesiantoday.id: San-Fransisco, Morsinah Katimin Warga Indonesia asal Jawa Tengah beruntung saat mendapatkan bantuan dari La Cosina salah satu organisasi niralaba yang bergerak di bidang makanan untuk memberikan modal usaha Jamu yang dirintisnya semenjak 2010 silam.

“Kami dapat menyediakan ruang dapur komersial terjangkau, bantuan teknis, berbagai bantuan seputar bisnis, mulai dari pemasaran, merek, logo, dan operasional, keuangan serta akses ke peluang pasar, juga penjualan. kami terutama membantu imigran perempuan dan warga non kulit putih, mereka yang jarang memperoleh peluang memiliki bisnis di industri makanan,” ungkap salah seorang perwakilan La Cosina.

Menurut pihak La Cosina, Morsinah terpilih dalam program wirausaha karena produk yang dipasarkannya menarik. Saat mendaftar sebagai peserta, produk Jamu Morsinah menarik perhatian banyak orang dengan cita rasa jamu yang khas tradisional.

Sementara itu Morsinah merasa beruntung dengan respon modal yang diberikan, dan dengan sigap mengambil peluang tersebut untuk membuat bisnis Jamu dan Sambal sebagai jenis usaha yang dikembangkanya.

“Jamu dan sambal produksi saya ini di-branding dengan nama Sajen, nama ini saya ambil dari kenangan masa kecil bersama ibu ketika saya mengamuk ibu selalu bilang saya kurang “Sajen nie,” ungkap wanita yang menyelesaikan study nya di University Columbia New York.

Pemberian nama ini menjadi identitas khas asal produk Indonesia yang dijualnya. Komunitas Indonesia di San-Fransisco bersetuju dengan pemberian nama ini. Secara resmi Morsinah adalah orang asia dan indonesia pertama yang menjadi peserta program pelatihan di La Cosina hingga tahun 2014.

Bisnis Jamu
Morsinah Katimin berfoto dengan produk Jamu dan Sambal yang dia pasarkan di Amerika, sumber foto: rencenter.org

Awalnya wanita yang sempat bekerja di konsultan berbagai badan PBB ini sempat tidak percaya diri memilih bisnis jamu, namun dengan besarnya manfaat jamu untuk kesehatan wanita ini membuang jauh-jauh pandangan kuno terhadap bisnis jamu.

“Kebetulan saya orang jawa, teringat dulunya ibu saya selalu bikinkan jamu waktu saya kecil dan anak saya juga kecilnya dikasih jamu kalau sakit,” Ujar Morsinah.

Rasa jamu yang dijual di pasaran diracik dari rempah khas Indonesia dan di jual dengan harga 5 USD atau sekitar 70 ribu rupiah sebotol. Terdapat empat jenis produk yang dipasarkan yaitu kunyit, jahe kunyit, cengkeh kayu manis, dan jahe lengkuas.

Produk lainnya yang diproduksi Morsinah adalah “Sambal” yang merupakan menu favorit cukup terkenal di Amerika. Sebagian besar pelanggan adalah WNI dan warga Amerika yang pernah berkunjung ke Indonesia dan menikmati cita rasa khas sambal Indonesia.

“Sambal ini cukup diminati dan dikenal di Amerika, semuanya tau karena yang sudah pergi ke Indonesia tapinya mereka gak tau bagaimana cara buatnya, lalu saya bilang ini adalah makanan dari leluhur saya” ujar Morsinah.

Sementara dari berbagai variasi sambal dijual di kisaran harga 100ribu rupiah, tak sia-sia Morsinah memperkenalkan sambal ke publik Amerika, sambal sate buatannya berhasil memperoleh penghargaan “Good Food awards 2018

“Sebelum memulai bisnis saya mempelajari produk yang akan saya pasarkan, dan secara tidak langsung saya mendalami budaya saya sendiri. Terus terang saya bangga, sama seperti saya bangga dengan nama Morsinah yang terdengar sedikit kampungan. Namun dengan nama dan bisnis ini tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri mempertahankan warisan leluhur saya sampai ke negeri Paman Sam,” ujar purtri Katimin ini.

Morsinah juga bercita cita mengembangkan dapur bersama semacam La Cosina di Indonesia.

Feel free to share

Similar Articles

One thought on “Warga Indonesia Asal Parakan Jawa Tengah Bisnis Jamu di San-Fransisco

Leave a Reply

Top