Kemenristek Dikti Seleksi Anak TKI di Malaysia untuk Program Beasiswa ADik

Kemenristek Dikti

Indonesiantoday.id: Sabah – Prof Yonny Koesmaryono (IPB) Ketua Pokja Afirmasi Pendidikan Tinggi ADik menghadiri Pelaksanaan Seleksi Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi anak-anak TKI Malaysia di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Sabah. Seleksi dikawal langsung oleh tim kerja Kemenristek Dikti Jakarta.

“Bangga melihat anak-anak TKI bersemangat mengikuti seleksi ADik, semoga hasilnya baik dan mereka dapat diterima di PTN pilihan,” Ungkap Prof Yonny 26/04/18.

Sekretaris ADik Dr Ilham yang turut hadir dalam kesempatan tersebut berpesan agar para siswa mempersiapkan mental dengan segala kemungkinan hasil kelulusan nantinya. Persaingan di universitas sangat ketat, begitu pula lingkungan hidupnya berbeda dan jauh dari orang tua.

“Meskipun mungkin awalnya para siswa dari anak-anak TKI tertinggal dalam mengikuti perkuliahan, dengan potensi akademik yang baik, mereka akan dapat cepat menyusul ketertinggalan tersebut sehingga sukses. Mereka diharapkan kelak menjadi pemimpin bangsa karena berkuliah di PTN terbaik di Indonesia,” ungkap Dr Ilham.

Sementara itu Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur menyambut baik program Beasiswa ADik. Menurutnya, kesempatan ini diperoleh setelah diperjuangkan sejak tahun 2015. Semoga melalui program ADik anak-anak TKI Malaysia dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui pemberian akses masuk PTN terbaik di Indonesia.

Seleksi ADik besok Jumat pagi akan dilanjutkan untuk anak-anak TKI di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Sebanyak 25 siswa SIKL yang telah mendaftar program ADik akan mengikuti seleksi besok pagi.

Kuota ADik TKI tahun ini 100 beasiswa, peserta tes total 174 siswa. Sebanyak 25 peserta dari SIKL, 74 peserta Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan sisanya anak-anak TKI lulusan SMP CLC yang telah melanjutkan SMA di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya Optimis anak-anak Indonesia di Malaysia akan mendapatkan kesempatan Pendidikan lebih baik kedepannya, khususnya anak-anak TKI di CLC,” tutup Prof Ari yang telah memperjuangkan CLC selama beberapa tahun terakhir.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top