Komunitas Muslim Indonesia di Belanda Kembangkan Syi’ar Islam

Komunitas Muslim

Indonesiantoday.id: Belanda – Setelah diresmikannya Masjid Muslim Indonesia di Amsterdam 2017 lalu, aktivitas ibadah Muslim Indonesia yang berada di negeri kincir angin semakin berkembang dan padat aktifitas. Menyambut datangnya Ramadhan 1439 H, berbagai kegiatan ibadah telah dipersiapkan dengan baik.

Masjid ini dikelola oleh Komunitas Muslim Indonesia di Belanda yang terhimpun dalam Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam. Mereka adalah komunitas Muslim Indonesia di Belanda yang berpusat di kota kecil di pojok barat Amsterdam, yakni Badhoevedorp.

Bangunan masjid ini awalnya berupa gedung yang dibeli dengan dana yang dihimpun dari sedekah para anggota, simpatisan, serta donatur dari Indonesia.

Selain masjid, gedung yang beralamat di Jan van Gentstraat 140, Badhoevedorp ini dijadikan sebagai Pusat Kebudayaan Indonesia (Indonesisch Cultureel Centrum). Gedung ini juga dilengkapi kelas-kelas madrasah, ruang kantor, dan fasilitas mini-seminar.

Di antara kegiatannya adalah pendidikan anak-anak dan remaja setiap hari Minggu, istigotsah setiap Sabtu pertama tiap bulan, kegiatan budaya dan olah raga, serta diskusi dan temu budaya.

“Kehadiran masjid ini sangat membantu syi’ar Islam oleh masyarakat Indonesia di Amsterdam dan sekitarnya,” kata KH Muzayyin, salah satu tokoh pendiri PPME Al-Ikhlash Amsterdam.

Kesan positif komunitas Muslim Indonesia yang bersifat toleran dan damai sudah banyak dikenal oleh masyarakat Belanda. Beberapa anggota organisasi ini bahkan merupakan orang asli Belanda yang masuk Islam karena pada awalnya tertarik dengan karakter orang Indonesia yang ramah dan terbuka.

Saat ini aktifitas pengajian rutin mingguan juga dilaksanakan untuk bule-bule Muslim yang dibimbing langsung oleh Ustadz Abdurrahman Mittendorf asli Belanda.

Upaya syi’ar Islam yang dilakukan oleh komunitas Muslim Indonesia cukup efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat tempatan. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat tempatan yang mengucapkan syahadat dengan kesadaran sendiri.

“Aktivitas dakwah kami yang kental dengan budaya Nusantara akan semakin berkembang, Insya Allah. Hal ini pada akhirnya akan menguatkan citra Islam yang ramah di tengah mobilisasi kebencian kepada Islam oleh sebagian politisi di Belanda,” ujarnya.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top