Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadikan KS2O Ajang Prestasi Siswa Indonesia Luar Negeri

Indonesiantoday.id: Bangkok – Sejumlah Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) peserta Kompetisi Sains Seni Olah Raga (KS2O) 2018 di Kuala Lumpur sepakat jadikan KS2O sebagai ajang meningkatkan prestasi dan daya saing pelajar Indonesia di Luar negeri. Demikian dikatakan oleh Sodikul Hikmah Kepala Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) saat dihubungi indonesiantoday.id

Dijelaskannya, KS2O telah menjadi salah satu ajang prestasi bagi anak-anak Indonesia yang belum memiliki kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional. Melalui ajang ini dapat dilihat semangat anak-anak untuk berjuang tampil terbaik menjadi kebanggaan sekolah.

“Di Bangkok mungkin siswa kami tidak sebanyak seperti di sekolah Indonesia yang ada di Malaysia, namun anak-anak kami sangat bersemangat menjadi juara. Seleksi dilakukan guru dengan melihat minat dan nilai raport siswa. Dua peserta utusan SIB Adila Garini Sudrajat berhasil meraih perak untuk lomba Geografi sedangkan Faradhiba Salsyabila siswa kelas 11 berhasil meraih perunggu untuk lomba matematika. Kemenangan ini tentunya kebanggaan untuk SIB,” ujar Olih 17/9/18.

Sementara Elliot Randy Pangabean siswa Sekolah Indonesia Singapura (SID) juga berhasil memboyong emas untuk kategori lomba karya ilmiah tingkat SMP di Kompetisi Sains Seni dan Olahraga (KS2O) 2018.

Sumardiyanto, Kepala Sekolah Singapura (SID) juga sepakat menjadikan KS2O sebagai ajang prestasi siswa. Dikatakannya, selain Elliot, ada Empat siswa SID lainnya yang berhasil membawa pulang mendali ke Singapura. Di antaranya kategori story telling, melukis dan Fisika.

Kepala Sekolah Indonesia Bangkok Bersama Pemenang KS2O 2018 di Kuala Lumpur
Kontingen KS2O Singapura Bersama Kepala Sekolah dan Guru Pendamping

Lebih lanjut dijelaskannya, 2018 ini merupakan tahun ketiga bagi pelajar SIS mengikuti kegiatan KS2O. Semangat pelajar SID dibuktikan dengan jumlah perolehan mendali pun terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“KS2O telah menjadi pembuktian untuk ajang kompetisi dalam memotivasi daya saing anak. Mereka tampil lebih percaya diri dengan kemampuannya. Selain menambah persaudaraan, ajang ini juga akan menambah portofolio prestasi anak dimasa mendatang,” jelas kepala sekolah lebih lanjut.

Di akui Kepala Sekolah, proses seleksi peserta lomba di SID cukup ketat persaingannya. Anak-anak hampir di setiap tingkatan dari SD hingga SMA bersaing untuk dapat lolos seleksi peserta KS2O, sampai akhirnya sekolah memutuskan 10 orang peserta yang berangkat KS2O Kuala Lumpur 2018.

“Jumlah pelajar SID mencapai 150 anak, dari jumlah tersebut kami seleksi sehingga diputuskan 10 anak yang berangkat untuk 9 kategori lomba. Dan Alhamdulillah kami berhasil memboyong 5 mendali,” ungkap Sumardiyanto.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top