Rusdi Kirana Kembali Resmikan 9 CLC di Tawau

Rusdi Kirana

Indonesiantoday.id: Tawau – 26/9/18 Duta Besar RI di Malaysia Rusdi Kirana kembali meresmikan 5 Community Learning Center (CLC) di Kota Tawau Ladang Felda Sahabat FGV. Kepala Perwakilan RI di Malaysia memberikan apresiasi kepada semua pihak atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan bagi pendidikan anak-anak Indonesia.

“Saya bertekad untuk segera mendirikan sekolah vokasional (SMK) untuk memfasilitasi layanan pendidikan lanjutan bagi anak Indonesia di wilayah Malaysia timur. Diharapkan wujudnya SMK ini dapat mencetak anak Indonesia yang lebih terampil. Pekerja kita semua harus berdokumen. Tidak boleh ada lagi majikan ataupun orang tua yang melarang anak-anaknya untuk sekolah,” tegas Duta Besar.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ari Purbayanto menyampaikan, keberadaan CLC FGV yang dikelola oleh Yapinus/Yayasan Firdaus semenjak 2008. Menurutnya, keberadaan CLC ini mulai diakui secara legal setelah didaftarkan di Jabatan Pendidikan Negeri Sabah (JPNS).

Rusdi Kirana
Duta Besar RI di Malaysia Resmikan 9 CLC di Tawau

“9 CLC FGV sejak 3 September 2018 mulai dikelola oleh Ahli Lembaga Pengelola (ALP) di bawah koordinasi perusahaan dan Perwakilan RI Tawau. Terhitung sejak bulan Maret 2018 sebanyak 9 orang guru bina Kemdikbud telah ditempatkan di CLC FGV yang dibantu oleh 20 orang guru bantu yang sebelumnya dibawah kendali Yapinus,” jelas Prof Ari.

Dengan tegas disampaikan Atdikbud, upaya untuk memastikan keberadaan CLC mendapatkan perlindungan hukum merupakan konsistensi Pemerintah RI untuk terus memfasilitasi dan menghadirkan pendidikan yang layak bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pada kesempatan tersebut, hadir Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Kemdikbud Dr. Abdul Kahar dan Kasubdit Kesetaraan, Dr. Samto, Konjen RI Kota Kinabalu Krishna Djaelani, Konsul RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo serta para pejabat KBRI Kuala Lumpur dan KRI Tawau termasuk pegawai dari Jabatan Penddidikan Negeri Sarawak (JPNS) Tuan Haji Abdul Wahab.

Direktur FGV Tuan Haji Fairus juga membenarkan upaya memfasilitasi pendidikan anak PMI sudah dirintis sejak 10 tahun yang lalu dengan Yayasan Firdaus (Yapinus). Namun pengelolaannya tidak sesuai dengan aturan hukum Malaysia dan Indonesia, CLC tidak terdaftar dan Yayasan melakukan pungutan biaya.

Rusdi Kirana
Dubes Rusdi Kirana berdialog bersama Pekerja Migran Indonesia

“Alhamdulillah setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya CLC ladang FGV dapat didaftarkan di JPNS sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Perusahaan FGV juga telah membangun rumah untuk para pekerja Indonesia dan staf. Tujuannya adalah hanya ingin memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak dan kesejahteraan bagi para pekerja Indonesia.

“Total keseluruhan pekerja di ladang FGV sebanyak 15 ribu, 3 ribu staf, 7 ribu lebih pekerja Indonesia dan sisanya adalah pekerja setempat yang kesemuanya menempati area perkebunan 1400 Hektar,” imbuhnya.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top