PPLN Tunis Gelar Sosialisasi Pemilu Terakhir di Kota Hammamet

Sosialisasi pemilu

Indonesiantoday.id: Tunisia – Panitia Pemilihan luar negeri (PPLN) Tunis menggelar sosialisasi pemilu terakhir 2019 kepada warga negara Indonesia di kota Hammamet, Tunisia, Minggu (31/03).

Acara sosialisasi yang diadakan di aula Caesar amphiteatre di hotel Diar La Medina ini dihadiri kurang lebih 115 peserta yang terdiri dari masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Tunisia, anggota PPLN dan KPPSLN, serta staff KBRI Tunis.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu Lukman Fahmi selaku pembawa acara. Merita Yenni selaku pensosbud KBRI Tunis mewakili duta besar RI untuk Tunisia, dalam sambutannya mengharapkan pemilu nanti akan diikuti oleh seluruh WNI di Tunisia.

“Kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwa hasil dari sosialisasi nanti menentukan jumlah partisipasi dari masyarakat indonesia yang akan ikut mencoblos nantinya dan tentunya sosialisasi kali ini dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.” lanjut Merita dalam sambutannya.

Sosialisasi pemilu
Pensosbud KBRI Tunis, Merita Yenni sedang menyampaikan sambutan dalam acara sosialisasi pemilu (foto dok: indonesiantoday)

Selanjutnya, Ketua PPLN Tunis Ardi Pramana menyampaikan materi tentang tata cara pencoblosan pemilu yang akan diadakan 14 April mendatang.

“Peserta yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) wajib membawa KTP atau passpor dan membawa undangan c6 ketika pemilihan nanti,” ujar Ardi dalam penyampaian materinya.

Ardi menyampaikan tujuan diadakan sosialisasi pemilu ini sangat penting, untuk membina WNI agar dapat memilih dengan baik dan benar karena pemilu tahun ini berbeda dengan sebelumnya yaitu pemilihan legislatif bersamaan dengan pemilu presiden. sehingga tata cara pun akan sedikit lebih rumit, maka sangat penting mengadakan sosialisasi ini.

Zul Anwar yang merupakan salah seorang WNI di Tunisia mengharapkan, dari pemilu ini yang utama agar mendapatkan pemimpin yang baik dan bisa membawa negara Indonesia ke arah yang lebih maju. Kedua, agar lebih aman karena bangsa Indonesia sudah dewasa, dan merdeka sudah lama. Sehingga seharusnya sudah bisa memahami perbedaan dan tidak ada lagi permusuhan. Dengan pemilu ini diharapkan akan lebih baik lagi.

“Saya kira acara ini bagus sekali karena saya liat penjelasan yang diberikan sangat bagus sehingga diharapkan semua peserta bisa mendapatkan informasi sebanyak banyaknya sehingga ketika pelaksanaan pemilunya bisa jelas, karena banyak mahasiswa sekarang yg menjadi pemilih pemula ya,” ujar Zul menambahkan.

Acara diselingi dengan tanya jawab kemudian games. Sehingga acara berlangsung dengan ramai dan tidak membosankan.

“Sosialisasi kali ini memuaskan dan menyenangkan. Ada dancingnya, ada souvenirnya dan informasi yang disampaikan sangat jelas,” Ujar Meri Nirin, WNI di Tunisia.

Setelah pemaparan materi selesai, dilanjut dengan simulasi pencoblosan yang diwakili oleh beberapa WNI. Bertujuan agar ketika pemilu nanti, pemilih tidak akan lagi keliru dalam mencoblos.

“Sosialisasi ini sangat bagus, apalagi langsung menuju praktik, bagaimana memilih calon presiden. Bagi saya ini kedua kalinya mencoblos di luar negeri, jadi satu hal yang biasa dan yang menarik karena diadakan di tempat yang berbeda. Dan saya sangat bersyukur bisa mengikuti acara ini.” ungkap Ismail, pelajar indonesia di Tunisia.

Sosialisasi pemilu
Ketua PPLN Tunisia, Ardi Pramana sedang menyampaikan materi mengenai tata cara pencoblosan (foto dok: indonesiantoday)

Sosialisasi berlangsung lancar selama 3 jam, dari pukul 11.00 sampai 14.00 CET dan disambut penuh dengan antusias dari peserta.

“Respon WNI dan antusiasme mereka sangat bagus dan itu dibuktikan dengan pertanyaan pertanyaan yang banyak ketika acara berlangsung,” ujar Ardi saat diwawancarai reporter indonesiantoday.

WNI di Tunisia berjumlah 141 dan yang terdaftar di DPT TPS sebanyak 138, dan DPT pos tercatat 3 orang.

Terakhir, Abdul Hanan menutup acara dengan pembacaan doa. Dilanjut foto bersama dan makan siang.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top