KJRI Davao Selesaikan Persoalan Status Kewarganegaraan Keturunan WNI di Mindanao Selatan

Mindanao

Indonesiantoday.id: Davao, 23/06/19. KJRI Davao selesaikan persoalan status kewarganegaraan keturunan WNI di Mindanao Selatan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari rusaknya hubungan bilateral Filipina dan Indonesia yang telah terbina selama ini.

Staf teknis Imigrasi KJRI Davao City, Galih Priya Kartika Perdhana mengatakan, Pemerintah Filipina melalui Department of Justice memberikan dukungan dengan mengeluarkan Department Circular No. 26 tahun 2018.

“Dalam butiran tersebut ditegaskan, warga keturunan Indonesia yang telah terdaftar dan terkonfirmasi taraf kewarganegaraannya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) perlu melakukan penegasan terhadap status kewarganegaraannya, untuk mengatur izin tinggal bagi Registered Indonesian Nationals (RINs).”tegasnya.

Sesuai amanat DC 26 tahun 2018, KJRI Davao City bekerjasama dengan Department of Justice of the Philippines, Bureau of Immigration, Public Attorney Officeser dan kantor UNHCR Manila telah menyelesaikan seluruh tahapan registrasi dan konfirmasi kewarganegaraan terhadap anggota keluarga RINs yang belum terdaftar pada kesempatan pertama.

Konsul Jenderal RI di Davao City, Dicky Fabrian mengatakan, pelaksanaan registrasi dan konfirmasi kewarganegaraan PIDs ini merupakan hasil kesepakatan dua Negara dalam Joint Committee on Bilateral Cooperation (JCBC) pada 2014 silam. Hal yang sama tengah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terhadap warga keturunan Filipina (Persons of the Philippines Descent -PPDs) yang ada di Sulawesi Utara dan sekitarnya.

“Pendaftaran dan konfirmasi kewarganegaraan warga keturunan Indonesia (Persons of Indonesian Descent- PIDs) yang ada di Mindanao Selatan Filipina dilakukan pada 17 hingga 22 Juni 2019 kemarin di General Santos City Filipina,’pungkasnya.

Dalam kaitannya dengan penegasan status kewarganegaraan PIDs, Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta telah mengirimkan Tim Perbantuan Teknis dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) dan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) diketuai langsung oleh Direktur Tata Negara Kartiko Nurintias sebagai Direktur Tata Negara menjelaskan, dalam kegiatan registrasi dan konfirmasi kewarganegaraan yang telah dilakukan diperoleh jumlah 338 RINs dari total 531 PIDs yang terkonfirmasi sebagai WNI.

Menurutnya, Penentuan status kewarganegaraan dilakukan melalui assessment oleh Tim Perbanis yang akan ditindaklanjuti dengan penerbitan surat keterangan penegasan status kewarganegaraan Indonesia. Dengan demikian, tercatat total 2.763 PIDs yang telah terkonfirmasi sebagai WNI.

“Dari jumlah tersebut, Pemerintah RI melalui KJRI Davao City telah menerbitkan sebanyak 1.259 Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (Paspor) selama tahun 2018, dan akan menyelesaikan penerbitan paspor terhadap seluruh WNI pada tahun berjalan,” jelas Kartiko di General Santos City Filipina.

Tahapan selanjutnya akan diterbitkan izin tinggal Special Non-Immigrant Visa 47 (a)(2) oleh Department of Justice Filipina melalui Bureau of Immigration yang ada di Manila. Sesuai DC 26 tahun 2018, masa berlaku visa yang akan diberikan kepada PIDs adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.

Masa berlaku yang sama terhadap Warga Negara Asing (WNA) pemegang izin tinggal keimigrasian tetap (ITAP) di Indonesia sesuai pengaturan dalam Undang-Undang Keimigrasian Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top