Perkuat Semangat Bela Negara Prajurit TNI dengan Pengenalan Kemampuan Bahasa dan Budaya Tradisional

Pusdiklat

Indonesiantoday.id: Pondok Labu – Sambut Kemerdekaan RI ke-74 Pusdiklat Bahasa Kemenhan RI perkuat semangat bela negara prajurit TNI dengan Kemampuan Bahasa dan pengenalan budaya tradisional. Hal tersebut disampaikan Brigjend TNI Yudhy Candra Jaya. M.A.

Dalam arahannya usai upacara peringatan 17 Agustus, Yudhi meminta seluruh prajurit TNI yang menempuh pendidikan di pusdiklat Bahasa Kemenhan untuk memperkaya diri dengan wawasan bela negara dengan meningkatkan kemampuan berbahasa.

“Bahasa adalah jendela melihat dunia. Melalui Bahasa interaksi dengan masyarakat akan lebih luas. Untuk itu kita perlu mengenal kebhinekaan bahasa dan budaya bangsa ini agar dapat berbuat lebih banyak untuk masyarakat dimanapun kita ditugaskan nantinya,” ungkap Pria yang telah mendapatkan kesempatan penugasan operasi di berbagai negara ini.

Dalam peringatan kemerdekaan RI ke-74 ini Pelajar asing yang menempuh pendidikan di Pusdiklat turut dilibatkan dalam berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan RI. Diharapkan siswa asing akan lebih mengenal kekayaan budaya Indonesia.

“Selain ikut dalam upacara peringatan HUT RI ke-74, kami juga melibatkan mereka dalam giat lomba permainan tradisional untuk menambah wawasan mereka tentang kekayaan budaya Indonesia,” Ujar Perwira TNI penerima anugrah Bintang Kartika Eka Paksi Narakarya ini.

Sebagai prajurit sejati patriotisme dan nasionalisme sangat erat kaitannya dengan penguasaan Bahasa dan budaya asing. Diharapkan penguasaan budaya asing akan lebih memperkaya wawasan budaya negara sahabat dan terpupuknya rasa toleransi dengan keragaman yang ada.

“Belajar bahasa dan mengenal budaya asing akan menambah wawasan. Manfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan mempelajari keragaman bahasa dan budaya sehingga meningkatkan profesionalisme prajurit. Melalui kemampuan bahasa, Teknik berkomunikasi dan negosiasi akan terasah dengan baik,” Jelas Yudhy.

Perayaan HUT RI memang poluler dengan kegiatan olah raga dan perlombaan tradisional. Pusdiklat Bahasa Kemenhan dalam perayaan HUT RI ke-74 melibatkan seluruh personil dalam kegiatan lomba, mulai dari staf, siswa dan juga Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusdiklat Bahasa.

Setelah apel pagi dipimpin Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Brigjen TNI Yudhy Chandra Jaya, M. A., kegiatan perlombaan langsung digelar di Lapangan Upacara Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu-Jaksel, Selasa (20/8/2019)

“Giat paling populer peringati Dirgahayu RI Ke-74 kegiatan olah raga bersama dan perlombaan tradisional, karena dengan olah raga bersama selain dapat memeriahkan perayaan HUT RI juga dapat dijadikan sarana untuk memupuk kebersamaan antar Siswa, Staf dan Ibu DWP Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan,” ujarnya saat memimpin pelaksanaan apel pagi kemarin.

Kegiatan olah raga bersama dimulai dengan Senam Aerobic yang diikuti 80 orang dari staf Pusdiklat Bahasa, 2 orang Native Speaker Inggris dan Perancis, 9 orang Siswa dari Mancanegara, 129 Siswa Lokal dan Ibu-ibu DWP Pusdiklat Bahasa.

Puncak kegiatan dalam memperingati HUT RI ke-74 Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan mengadakan bermacam perlombaan tradisional di antara lomba makan kerupuk, lari kelereng, gigit koin di semangka, memindahkan karet,
memasukkan paku ke dalam botol, memindahkan tepung, stafet hula hoop dan pukul air menambah meriahnya suasana perayaan Dirgahayu RI Ke-74 di Pusdik Basaha Badiklat Kemhan hari ini

Pada setiap kegiatan perlombaan terlihat gelak tawa dan terdengar sorakkan kegembiraan dari siswa, staf dan Ibu DWP untuk menyemangati para peserta yang sedang berlomba.

Sementara itu pelajar asing yang terlibat dalam berbagai lomba peringatan HUT RI ke-74 mengaku senang dengan berbagai kegiatan lomba permainan tradisional yang digelar. Menurut mereka, kegiatan ini memperluas wawasannya tentang keragaman budaya Indonesia.

“Selain memperdalam kemampuan bahasa Indonesia. Kegiatan perlombaan peringatan HUT RI ini memperkaya wawasan tentang Indonesia,” Ujar Nina salah seorang tutor bahasa perancis yang baru saja tiga minggu mengajar bahasa di Pusdiklat.

Feel free to share

Leave a Reply

Top