Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan Berikan Penghargan Kepada Sembilan Prajurit Manca Negara Yang Telah Menyelesaikan Kursus Bahasa Indonesia

Kemhan

Indonesiantoday: Pondok Labu-Brigjen TNI Yudhy Chandra Jaya MA selaku Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan ucapkan selamat kepada prajurit dari berbagai negara sahabat yang telah menyelesaikan kursus Bahasa Indonesia selama enam bulan terakhir. Kursus Intensif Bahasa Indonesia (KIBINA) Tingkat Dasar Ke-17 TA 2019 secara resmi ditutup pada hari kamis 22, Agustus kemarin.

“Saya ucapan selamat atas keberhasilan peserta yang seluruhnya dapat mengikuti rangkaian kursus sampai selesai, sebenarnya waktu enam bulan merupakan waktu yang sangat singkat untuk mempelajari bahasa Indonesia, tapi setidaknya kurusus dasar ini dapat dijadikan semangat untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia lebih luas lagi,”. Ungkap Yudhy dalam amanatnya di aula pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan Jl. Jati No. 1 Pondok Labu Jakarta Selatan kemarin.

Diejelaskan Yudhy, dengan ketekunan, kesungguhan, dan motivasi yang tinggi dalam mengikuti kursus, para peserta memiliki keterampilan dan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik.

Selanjutnya Kapusdiklat Bahasa berpesan agar para alumni untuk terus mengasah dan memelihara keterampilan berbahasa Indonesia agar saat mengikuti Kursus Intensif Bahasa Indonesia Tingkat Menengah yang akan dibuka pada tanggal 27 Agustus 2019 minggu depan dapat berjalan dengan baik.

Kemhan

Kursus Intensif Bahasa Indonesia Tingkat Dasar ke-17 diikuti oleh sembilan prajurit mancanegara yang berasal dari Arab Saudi, Thailand, China, Filipina, Sri Lanka dan Vietnam. Pada saat penutupan Kapusdiklat Bahasa memberikan penghargaan berupa Piagam Penghargaan dari Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan kepada para siswa yang berprestasi.

Sementara itu, semua siswa asing yang mengikuti pendidikan bahasa di Pusdiklat Bahasa Kemenhan mengaku senang dengan metode belajar Bahasa Indonesia di Pusdiklat Bahasa Kemenhan. Menurut mereka, dengan berinteraksi langsung menggunakan bahasa Indonesia dengan guru, staf dan siswa asal Indonesia di Pusdiklat, kemahiran berbahasa mereka dapat di praktekkan secara langsung.

“Pengalaman belajar bahasa Indonesia ini adalah peluang bagi kami mengenal Indonesia lebih jauh. Selama pendidikan kami tidak saja belajar bahasa, tetapi juga berkesempatan belajar dan mengenal kebudayaan Indonesia,” ujar salah seorang siswa.

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top