WNI Korban Kasus “Pengantin Pesanan” Tiongkok Berhasil Selamat Sampai di Tanah Air

Tiongkok

Indonesiantoday.id: Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing dampingi pemulangan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjerumus kasus “pengantin pesanan” (mail-order brides) di China. Seluruh korban yang masih terbilang belia tiba di tanah air Senin 2/2/19.

Dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang diterima indonesiantoday.id menjelaskan, kasus semacam ini marak terjadi melalui agen perjodohan illegal khususnya di Tiongkok.

Sebagian besar korban tertipu dengan janji manis “Mak Comblang” dengan iming-iming materi berlimpah jika menikah dengan pria China.

“Permasalahan muncul ketika agen perjodohan menggunakan modus penipuan untuk meyakinkan para calon pasangan,” jelas Kemlu dalam keterangan persnya.

Para korban diterima Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andri Hadi di Kantor Kemlu, Pejambon Jakarta Pusat. Selanjutnya Kemlu menyerahkan kasus ini kepada Bareskrim Polri dan Kementerian Sosial untuk penanganan lebih lanjut di dalam negeri.

“Proses pemulangan ini adalah wujud kehadiran negara dalam pelindungan warga negaranya. Terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan dan kerjasamanya sehingga terungkapnya kasus ini,” ujar Andri Hadi dalam sambutannya di Kemlu.

Andri mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar lebih berhati-hati dalam mengikuti berbagai agen perjodohan serupa, perlu ditelusuri dengan jelas ketika memutuskan menikah dengan warga asing melalui agen.

Tiongkok

Sementara itu KBRI Tiongkok mengimbau untuk WNI selalu mengecek kembali secara teliti legalitas dari agen yang menawarkan jasa perjodohan, mengenal calon pasangan terlebih dahulu, tidak terbujuk rayu janji. Dan yang pasti harus mengikuti prosedur pernikahan dengan warga asing dengan benar sebagai langkah pencegahan yang paling efektif.

Mengingat maraknya kasus serupa, Menlu RI, Retno L.P. Marsudi pada 30 Juli 2019 lalu telah mengangkat isu ini dalam pertemuan bilateral Menlu Asean. Perbincangan Retno dengan Menteri Luar Negeri Cina Wan Yi meminta agar Pemerintah China menuntaskan kasus korban “pengantin pesanan”.

“Sebagai bentuk antisipatif, dalam pertemuan Juli lalu saya menekankan kepada pemerintah China untuk menindak agen serupa. Dan kasus ini menjadi perhatian bagi kita maupun RRT agar tidak terjadi lagi kasus serupa di masa mendatang,” tegas Retno

Feel free to share

Similar Articles

Leave a Reply

Top